Aug 31

31 Agustus  2009

Jangan sembarangan pilih busi. Salah-salah, sistem pengapian mesin mobil Anda dapat terganggu. Misalnya, percikan bunga apinya kecil atau bahkan bunga api tidak memercik sama sekali. Bisa juga kesalahan memilih busi mengakibatkan timbulnya gejala knocking (ngelitik).

Dua hal di atas terkait dengan peran busi dalam sistem pengapian. Bunga api kecil biasanya karena nilai hambatan busi tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pada sistem pembakaran. Sementara ngelitik muncul biasanya karena pembakaran bahan bakar dipicu oleh panasnya busi, bukan oleh loncatan bunga api. Jika kondisi ini dibiarkan, lama-lama akan merusak mesin. Terutama piston dan silinder mesin yang mengalami keretakan.

Kesalahan dalam mengganti busi ini menjadi semakin mungkin terjadi mengingat banyak beredarnya busi palsu di pasaran. Untuk membedakannya sangat sulit karena secara fisik yang asli dan palsu 100 persen sama. Karena itu, jika hendak membeli busi, yang pertama kami sarankan adalah: belilah busi di bengkel-bengkel resmi.

Yang tidak kalah penting, perhatikan kode busi. Kode ini menentukan spesifikasi busi seperti fisik, besar tahanan maupun nilai panas busi yang sesuai dengan mesin pada masing-masing mobil. Biasanya pada buku manual, pabrikan sudah menginformasikan merek dan tipe busi yang cocok. Kita tinggal mengikuti instruksi-instruksi tersebut.

Di buku manual juga diinformasikan kapan waktunya melakukan penggantian. Penggantian biasanya harus kita lakukan setiap 20.000 km atau sekitar dua tahun (kecuali busi yang terbuat dari bahan iridium yang tetap bisa tahan sampai 100.000 km). Sedangkan tanda-tanda kapan harus mengganti busi: tenaga mesin yang terasa kurang (pedal diinjak, tetapi mobil tidak mau lari. Atau, mesin terasa brebet).

Tanda lainnya adalah mesin susah dihidupkan meskipun kunci kontak berkali-kali diputar ke posisi “START”. Busi aus yang masih digunakan pastinya juga akan menghasilkan emisi yang jauh lebih besar, sehingga ketika mengikuti uji emisi, besar kemungkinan mobil tidak akan lulus uji emisi.

Begitulah busi, meskipun masa penggantiannya cukup lama, bila kurang tepat dalam memilih bisa merugikan kita.

Sumber: Astraworld.com.

Tags: ,

Aug 30

30 Agustus  2009

Kini semakin banyak produk asuransi mobil yang ditawarkan. Oleh sebab itu, prinsip teliti sebelum membeli, perlu diterapkan, agar tak menyesal di kemudian hari. Sebelum memutuskan untuk memilih satu dari sekian produk asuransi mobil yang ditawarkan :

1.
Tentukan jenis perlindungan asuransi yang diinginkan. Perlindungan secara menyeluruh (All Risk) memberi proteksi yang paling baik, tapi Anda perlu memperhitungkan sisi ekonomisnya.
2.
Jangan terpaku pada besar kecilnya premi yang harus dibayar. Lihat kredibilitas perusahaan tersebut, terutama dari segi pelayanan, penanganan klaim dan kemampuan keuangannya.
3.
Banyak perusahaan asuransi yang kredibel dan bonafid, walau tanpa dukungan perusahaan re-asuransi. Namun tak ada salahnya mencari tahu track record perusahaan re-asuransi (bila ada).
4.
Apakah perusahaan itu memberi benefit tambahan, seperti pelayanan klaim 24 jam, derek gratis, jaminan proses klaim 24 jam, dll?
5.
Ada baiknya Anda melihat jaringan bengkel rekanan perusahaan itu. Berapa jumlahnya, dimana lokasinya dan bagaimana kualitas bengkel-bengkel tersebut.
6.
Pahami betul apasaja hak dan kewajiban Anda. Apa yang boleh Anda lakukan dan apa yang tidak. Apakah ada pengecualian dalam kontrak polis, apa untung ruginya bagi Anda? (*)

Tags:

Aug 29

29 Agustus  2009

Kehadiranya ditunggu-tunggu, buktinya sudah ada 90 konsumen yang inden.

OTOMOTIFNET – Seperti yang diberitakan tadi pagi, hari ini Chevrolet Captiva diesel 2.0L VCDi AWD (All Wheel Drive) resmi diluncurkan. PT General Motor AutoWorld Indonesia (GMAWI) membuat perayaan launching Captiva AWD dengan aura kemewahan ala kaum eksekutif di The Lodge, Jagorawi Golf & Country Club.

Safety Berbalut Kemewahan
Yang pasti konsep ini ada hubungannya dengan positioning mobil ini di pasaran. Captiva AWD punya harga diatas Captiva MW09 atau versi FWD (Front Wheel Drive) yang sudah duluan beredar selama ini. Captiva AWD ini di lepas pada harga Rp 369 juta.

“Pada posisi harga ini Captiva AWD bertengger pada kelas SUV medium dengan harga Rp 350 sampai Rp 400 jutaan. Bersaing dengan mobil-mobil Medium MPV dan Lower Medium Car. Konsumen di kelas ini sudah menuntut untuk dimanjakan kemewahan dan kenyamanan,” buka Harry Yanto, Business Planning, Product and Order Manager GMAWI.

Maka dari itu bila dilihat penampilan luar dan detail iteriornya, mobil ini punya banyak aksen mewah. “Kemewahan ini di wakili dengan aksen kroom dan warna-warna silver,” terang pria tinggi kurus ini. Aksen kemewahan ini bisa ditemukan pada body colour di lower front bumper, grill, front skid plate.

Cheers untuk safety berbalut kemewahan

Sedang interior bisa dilihat pada list speaker, aksen di dashboard dan doortrim. Warna joknya juga berubah dari hitam menjadi dominan krem muda yang pastinya menambah kuat aura kemewahan. Kemewahan ini bersanding dengan safety yang ditawarkan oleh Captiva AWD.

Seperti yang sudah ditulis pada artikel sebelumnya. Dengan fitur AWD on demand nya, Captiva ini diklaim lebih nyaman dan aman dikendalikan. “Bila di butuhkan keempat roda bisa berputar dengan distribusi tenaga yang juga sesuai kebutuhan di semua rodanya,” ungkap Suwadji Wirjono, After Sales Director GMAWI.

Distribusi tenaga di ke empat rodanya ini bisa menambah traksi dalam kondisi jalan apapun. Apalagi di padu dengan perangkat ESP (Electronical Stability Program) yang menyelaraskan transfer tenaga dan pengereman agar traksi roda tetap sesuai kebutuhan dan mobil bisa dengan mudah di kendalikan.

“Keamanan dan kemewahan ini yang membuat kita percaya konsumen bisa menerima produk baru ini dan bisa bersaing dengan mobil-mobil sejenis yang sudah meluncur dipasaran. Apalagi harganya bisa bersaing dengan SUV lain yang memiliki fitur sejenis,” yakin Debora Amelia Santoso, Marketing & Public Relation Director GMAWI. Tertarik?

Sumber :

http://otomotifnet/read/xml/2009/05/07

Tags:

Aug 26

26 Agustus  2009

Beruntung sekali pengendara yang mobilnya sudah dilengkapi dengan perangkat Multi Information Display (MID). Awal-awal kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm) seperti sekarang ini pasti membuat pengendara lebih “aware” terhadap konsumsi bbm. Salah satu informasi yang bisa dilihat adalah konsumsi bbm.

Pertanyaannya, bagaimanakah jika monitor menyebutkan angka konsumsi bbm yang lumayan boros? Untuk menjawab ini, terlepas dari sudah mengaplikasikan MID atau belum, kita dapat berbicara soal gaya berkendara. Karena boros tidaknya konsumsi bbm sebenarnya terkait dengan kebiasaan pengendara dalam memainkan gas, memantau rpm, “melarikan” mobil, serta seberapa berat beban yang harus diangkut mesin itu sendiri. Berikut ini gaya berkendara yang dapat kita perhatikan:

1. Jangan menginjak pedal gas dengan menghentak. Injakan harus stabil dan bertahap.

Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan dihisap ke ruang bakar juga semakin banyak. Sementara, pada saat itu putaran mesin masih rendah. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan. Karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot.

2. Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan.

Pemindahan perseneleng ketika mobil tengah membutuhkan torsi (daya dorong) yang besar, sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) masing-masing mobil (biasanya dalam satuan kgm/rpm). Sementara, apabila kendaraan sudah bergerak (di mana daya dorong tidak diperlukan), paling efisien bila melaju dengan RPM di antara 2.500 s/d 3.500 dan dengan gigi tertinggi.

Satu kebiasaan yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah penurun kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba ngerem mendadak, sebaiknya juga mengoper gigi perseneling ke posisi lebih rendah.

3. Ukur tingkat HC dan CO.

Boros atau tidaknya konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan / kerusakan bisa menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Untuk mengetahuinya, periksa emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna (banyak bahan bakar terbuang percuma).

4. Perhatikan beban dan komponen penggerak.

Faktor lain yang menentukan konsumsi bahan bakar adalah beban dan penggerak (pendorong kendaraan). Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan semakin besar. Yang dimaksud penggerak di antaranya, kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda. Bila komponen-komponen ini aus atau rusak, akan menyebabkan hilangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil mejalu. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar. Terkait dengan roda, penyematan ban dan velg besar, termasuk juga faktor yang mempengaruhi konsumsi bbm.

Sumber: Astraworld.com

Tags:

Aug 24

24 Agustus  2009

JAKARTA, – Honda tahun ini meraih banyak prerstasi, baik di dalam negeri maupun internasional. Untuk tingkat dunia, Honda dinyatakan sebagai kendaraan dengan efisiensi bahan bakar paling tinggi. Survei dilakukan oleh EPA (Environmental Protection Agency), suatu badan yang dibentuk pemerintah Amerika pada 1970 dengan misi melindungi kesehatan manusia dan memperbaiki lingkungan.
Honda mencatat angka rata-rata 10,03 km/liter, sedang urutan kedua diraih produk dari Toyota Motor Corp. dengan konsumsi 9,94 km/liter. Produk dari Korea, Hyundai berada di posisi ketiga dengan 9,60 km/liter. Sedang di dikategori ramah lingkungan, EPA menetapkan Toyota dengan Priusnya menduduki teratas dengan konsumsi 19,64 km/liter, diikuti Honda dengan 18,23 km/liter.
Dalam menguji keiritan itu, EPA menggunakan metode yang cukup komplit. Yakni melesat dengan kecepatan tinggi, AC terpasang dan melesat di suhu udara rendah.
Di dalam negeri sendiri, Honda banyak meraih penghargaan dari berbagai acara. Sedlain dari pameran mobil internasional, Honda prospect Motor menerima tiga penghargaan dalam 10th Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2008.
Dua produk unggulan HPM, Honda Jazz dan City berhasil mempertahankan prestasi sebagai teratas dalam kepuasan pelanggan. Produk lainnya, Honda CR-V juga mendapatkannya untuk pertama kali.
“Penghargaan ini membuktikan konsumen sangat puas dari segi pelanggan maupun after sales service,” ungkap Jonfis Fandy, Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor.
Peringkat Merek Mobil Paling Irit
No.Merek Konsumsi BBM
1.Honda 10,03 km/liter
2.Toyota 9,94 km/liter
3.Hyundai 9,60 km/liter
4.Nissan 9,01 km/liter
5.BMW 9,01 km/liter
6.Volkswagen 8,92 km/liter
7.GM 8,33 km/liter
8.Ford 8,07 km/liter
9.Chrysler 8,03 km/liter

Peringkat Model Mobil Paling Irit
No.Mobil Konsumsi BBM
1.Toyota Prius Hybrid 19,64 km/liter
2.Honda Civic Hybrid 18,23 km/liter
3.Ford Escape Hybrid 13,39 km/liter

SBT

Sumber : http://otomotif.kompas.com

Tags:

Aug 21

21 Agustus  2009

Cuaca juga mempengaruhi cara kita merawat mobil kesayangan mengingat kondisi lingkungan yang dingin, basah, kering, atau berdebu dsb pasti berimbas terhadap bagian-bagian mobil. Lalu, pada musim kemarau yang sepanjang hari memaksa kita berkendara di bawah terik matahari seperti sekarang ini, perawatan macam apa yang sebaiknya kita lakukan?

Pertanyaan ini memang penting dan bila diabaikan cukup merugikan. Contoh sederhana, lihat saja kondisi cat mobil Anda. Buram atau masih kinclong? Atau, coba pegang karet wiper. Masih elastis atau sudah keras? Begitu juga karet-karet pada pintu mobil yang mestinya masih utuh dan tidak robek-robek serta mampu meredam bunyi ketika pintu ditutup. Boleh jadi, buramnya cat atau tidak elastisnya lagi karet-karet pada mobil terjadi karena kekurangpedulian kita menangani pengaruh panas matahari terhadap mobil.

Cat dan karet-karet mobil adalah dua hal paling cepat terkena imbas panas matahari. Suhu yang tinggi seperti memanggang cat dan karet-karet. Celakanya lagi, kebanyakan tempat parkir juga tidak memiliki atap yang sebenarnya dapat meminimalisir efek buruk sinar matahari. Karena itu, langkah pertama perawatan mobil terkait dengan musim panas ini adalah: usahakan memarkir mobil di tempat teduh.

Namun, seandainya pun Anda seringkali kesulitan menemukan tempat parkir yang teduh, kurangilah dampak buruk panas matahari dengan poin-poin berikut ini:

1. Sebelum meninggalkan tempat parkir, tegakkanlah wiper agar karet-karet wiper tidak bersentuhan langsung dengan kaca mobil. Kaca yang panas akan makin mempercepat ketidakelastisan karet wiper. Permukaan karet wiper menjadi tidak rata dan mengeras.

2. Untuk mengurangi penerobosan panas matahari ke kabin, pasangi kaca mobil Anda dengan kaca film yang dapat menahan radiasi.

3. Sebaiknya lakukan pemolesan body mobil secara rutin. Akan jauh lebih baik lagi bila cat mobil Anda diberi lapisan pelindung cat.

4. Jangan lupa untuk menyingkirkan barang-barang yang mudah meledak dari dalam kabin saat memarkir mobil. Sebab, mobil yang diparkir di bawah sinar langsung matahari tak ubahnya sebuah oven.

5. Turunkan sedikit kaca jendela (sekitar 0.5 atau 1 cm) agar tekanan serta panas dalam kabin tidak terlalu tinggi. Suhu kabin yang tinggi juga bisa memicu pecahnya kaca depan kendaraan.

Demikian poin-poin yang kami sarankan dalam rangka merawat mobil yang sering terkena panas matahari.

Sumber: Astraworld.com.

Tags:

Aug 20

20  Agustus 2009

Satu edisi sebelum ini AstraWorld mengulas cara paling praktis dalam membersihkan bagian-bagian interior, termasuk membersihkan Air Conditioner (AC). Jika tidak dibersihkan, komponen paling penting dalam mendinginkan kabin mobil ini lama kelamaan akan mengeluarkan bau tak sedap. Seringkali bau tersebut tercium ketika AC pertama kali kita hidupkan.

Tindakan penting dalam menghilangkan bau tak sedap dari AC adalah memperhatikan sirkulasi udara. Caranya, sebelum mematikan mesin mobil dan kipas AC, usahakan mematikan AC terlebih dahulu. Dan tidak yang kalah penting, luangkanlah waktu sekitar 30 menit untuk membuka semua pintu dan jendela. Ini dapat kita lakukan di garasi setelah mobil diajak beraktivitas sepanjang hari.

Kedua hal di atas cukup ampuh dalam mencegah tumbuhnya jamur atau bakteri. Jamur yang mudah berkembang biak pada ruang yang lembab memang menjadi pemicu bau tak sedap.

Tentu saja, langkah-langkah pembersihan juga tetap perlu dilakukan. Bersihkan saringan udara AC secara berkala minimal tiap 30.000 km atau 18 bulan sekali. Bila kendaraan tidak dilengkapi dengan saringan udara AC, bersihkan evaporator paling tidak tiap 2 tahun sekali.

Adapun langkah-langkah pembersihan AC dapat menerapkan saran berikut ini, yaitu: siapkan sebuah botol penyemprot berisi 20% cairan pengharum dan 80% air. Campurkan hingga merata; semprotkan campuran tersebut ke bagian rongga udara (air intake) AC. Lakukan hal ini saat AC menyala. Pengaktifan AC pada level yang paling kencang akan memberi hasil yang maksimal. Setelah penyemprotan, biarkan AC tetap menyala kurang lebih selama empat (4) jam.

Sumber : AstraWorld.com

Tags:

Aug 19

19 Agustus  2009

Besar kecilnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin seharusnya
tidak dipengaruhi oleh jarak tempuh. Jika tenaga semakin kecil atau
bahkan mesin terasa tak bertenaga saat kendaraan
sudah menempuh jarak yang jauh (dalam waktu yang
lama) berarti ada sesuatu yang menggangu kinerja
mesin kita.

Kebetulan, pertanyaan ini beberapa kali diajukan
oleh pembaca tips and tricks AstraWorld. Terutama
sewaktu mudik, di mana biasanya pengendara menempuh
jarak jauh dengan kecepatan tinggi. Diantara penanya,
ada juga yang mengaku tenaga mobil kembali prima
bila temperatur mesin telah dingin kembali.

Dilihat dari kasusnya, kemungkinan besar gejala
seperti ini dipicu oleh overheating akibat sistem
pendinginan tidak bekerja dengan baik. Kaitannya
dengan overheating memang erat. Mesin yang overheating
akan membuat beberapa komponen (misalnya, piston
dan silinder) di mesin memuai secara berlebihan.
Akibatnya, gerakan komponen-komponen di mesin menjadi
berat karena gesekan antar bagian. Itulah yang membuat
output tenaga yang dihasilkan pun merosot. Jika
tetap dipaksakan, mesin dapat mogok.

Selain overheating, penyebab lainnya adalah tidak
normalnya sistem pengapian, bisa karena koil, kabel
busi maupun busi itu sendiri. Mungkin saja kondisi
komponen-komponen tersebut sudah tidak baik sehingga
mudah terpengaruh oleh panas kendaraan. Saat panas,
hambatan yang terdapat pada komponen tersebut menjadi
besar. Pada akhirnya, percikan api dari busi juga
menjadi lebih kecil. Percikan yang kecil menyebabkan
bahan bakar tidak terbakar secara sempurna, otomatis
tenaga yang dihasilkan menjadi berkurang.

Jadi, pertama, untuk memastikan sistem pendingin
mobil Anda masih bekerja dengan baik, periksalah
kualitas air radiator, sirkulasi air, radiator,
selang-selang penghubung radiator ke mesin atau
mungkin kipas pendingin. Jika ternyata semua dalam
kondisi baik-baik saja, ini langkah yang kedua,
alihkan perhatian ke komponen pada sistem pengapian
untuk memastikan masih layak atau tidaknya
komponen-komponen
tersebut.

Sebetulnya, pada saat melakukan servis berkala,
dua pemeriksaan penting di atas sudah pasti dilakukan.
Agar berkendara menjadi lebih aman, nyaman serta
komponen lebih terawat, lakukanlah service rutin.

Sumber : AstraWorld.com

Tags:

Aug 18

18 Agustus 2009

- Menentukan sistem audio mobil bukan sesuatu yang sulit, bila tahu caranya. Dengan demikian, tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu dan mungkin juga dana untuk mencari sistem audio yang sempurna. Caranya cukup menjawab pertanyaan dibawah ini. Jawaban-jawabannya dapat mengindentifikasi secara tepat apa yang dibutuhkan dari sistem audio mobil anda. Untuk mempermudah, siapkan alat tulis dan selembar kertas untuk menuliskan jawaban.

Langkah pertama adalah mengevaluasi sistem audio yang kini dimiliki. Tulis apa saja kelengkapan dan kemampuannya. Untuk membantu, ada beberapa pertanyaan. Apakah sistem audio yang sekarang bisa menggunakan CD, kaset, atau bisa keduanya? Adakah distorsi bila volume tinggi/nyaring? Ingin lebih jernih menerima gelombang radio? Apakah fungsi-fungsinya (seek,scan,memory settings dll) bekerja baik?

Langkah kedua, hidupkan sistem audio anda. Parkir mobil, lalu dengarkan dengan sungguh-sungguh suara salah satu speaker. Atur fader dan balance hingga seluruh suara masuk ke speaker yang anda dengarkan. Perhatikan kualitas suaranya, apakah ada desis, distorsi dan derak. Lakukan hal yang sama pada seluruh speaker.

Kembalikan fader dan balance ke kondisi normal, lalu jalankan mobil dan dengarkan sistem audio. Arahkan mobil ke jalan tol, atur suara sistem audio lebih nyaring dari deru jalan. Sekarang cari tempat untuk parkir sambil mempertahankan volume “jalan tol”. Perhatikan, apakah ada distorsi.

Dari uji coba itu, kini anda mempunyai gambaran sistem audio seperti apa yang harus dibeli.

Bila suara speaker nyaman di dengar pada volume ‘moderate’ namun terdengar distorsi pada ‘volume jalan tol’ , berarti anda perlu menambah “Power Speaker”. Anda juga dapat membeli sebuah amplifier untuk menambah tendangan dari speaker.

Kalau kualitas suara dari semua speaker jelek, berarti tiba saatnya mengganti seluruhnya. Sebelum mengganti dengan satu set speaker, sebaiknya pikirkan dulu jenis musik apa yang paling sering di dengarkan. Ini akan membantu menentukan tipe speaker yang paling pas dengan yang di inginkan.

Kalau anda penggemar RAP atau R&B, yang haus dentuman bass, berarti anda perlu menambah amplifier dan subwoofer.

Kalau anda pecinta Rock n Roll atau musik Country, dibutuhkan speaker stereo yang efisien, agar suara yang dihasilkan bisa senyaring mungkin.

Penggemar Opera atau Baroque, membutuhkan tweeters dan midrange yang bagus agar dapat menyalurkan semua detail suara musik.

Salah satu yang juga perlu diperhatikan saat mengganti sistem audio mobil anda, adalah kebiasaan/gaya mengemudi dan lingkungan dimana anda biasa mengemudi.

Bila digunakan untuk pulang pergi kerja atau bepergian , maka pilihlah CD changer yang dapat memilih lagu lagu yang diinginkan sepanjang perjalanan.

Bila mengemudikan mobil yang berisik dengan kaca terbuka, maka belilah amplifier dan speaker yang powernya tinggi, hingga anda bisa memutar knob volume semaksimal mungkin tanpa mengurangi kualitas suara.

Bila anda tinggal di daerah yang padat dengan banyak pilihan stasiun radio, maka ada baiknya memilih sistem audio yang memiliki fasilitas yang mampu membantu pendengar memilih jenis musik.

Bila anda tinggal di pedesaan atau sering bepergian ke luar kota, mungkin anda membutuhkan sistem audio yang dilengkapi receiver yang sensitif dengan digital tuning yang mampu menguatkan signal yang lemah.

Tags:

Aug 17

17 Agustus 2009

Beberapa kesalahan pengendara terhadap perawatan kendaraan di antaranya adalah sikap menganggap remeh gejala-gejala yang sebenarnya dapat memicu kerusakan lebih serius. Seperti contoh berikut ini: jika steer (kemudi) bergetar sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.

Seharusnya steer tidak terlalu menimbulkan getaraan ketika melaju pada kecepatan berapa pun. Meskipun demikian, banyak kasus yang terjadi di mana mulai terasa getaran saat mobil dipacu pada kecepatan di atas 100 km / jam. Getaran tersebut mengganggu kenyamanan berkendara. Tak hanya itu, gejala ini sebenarnya mengindikasikan telah terjadinya masalah pada roda-roda bagian depan.

Umumnya, kasus ini dipicu oleh roda-roda yang tidak balance. Jika dibiarkan, komponen-komponen yang terkait dengan steer dapat terkena imbas. Misalnya, tie rod, end tie rod, bushing steer, serta laher akan cepat aus dan tidak presisi (oblak).

Sebaiknya, jika mendapatkan steer bergetar kurangi kecepatan kendaraan. Berkendaralah dengan kecepatan yang tidak menimbulkan getaran pada steer. Tentu saja, diharapkan dengan berkurangnya kecepatan, getaran pada steer berkurang, maka efek kerusakan pada komponen lain pun dapat diminimalisir. Selain itu, bergegaslah membawa mobil Anda ke bengkel untuk dilakukan balancing.

Sebagai bentuk pencegahan, rawatlah kendaraan secara teratur. Jangan lupa, setiap kelipatan 10.000 km lakukanlah balancing. Getaran juga dapat disebabkan jika roda-roda mobil sering dipaksa secara kasar melintasi medan yang buruk. Karena itu, bila kebetulan berkendara di jalan yang berlubang, melajulah dengan kecepatan pelan agar benturan pada roda tidak terlalu keras.

Sumber : Astraworld.com.

Tags: