May 31

31 Mei  2009

— Ketika membeli Kijang Innova baru, pemilik pasti dikasih dua buku. Pertama, Pedoman Pemilik yang isinya tentang pengoperasian kendaraan tersebut untuk keselamatan dan kenyamanan Anda. Kedua, Buku Warranty & Servis Berkala yang berisi informasi penting tentang jaminan dan servis yang efektif dan efisien.

Di situ ditekankan, pemilik diminta membaca secara baik-baik karena warranty tersebut melindungi investasi Anda. jadi, Anda perlu tahu apa hak dan kewajiban yang menjadi milik Anda.

Jika kurang paham atau ada dari sekian butir ketentuan yang meragukan, bisa tanyakan langsung ke bengkel resmi Toyota terdekat. “Pokoknya, kita harus agak kritis dan sedikit cerewet, deh,” pesan Fajar, salah satu anggota Innova Community.

Pelanggaran Berat
Dalam ketentuannya, Toyota memberi jaminan selama 36 bulan atau 100.000 km yang mana lebih dulu dicapai, terhitung sejak tanggal penyerahan mobil. Meliputi semua komponen, kecuali ban yang diatur tersendiri dengan jaminan yang disediakan pembuatnya; Baterai sampai batas 24 bulan atau 50.000 km (mana yang lebih dulu); Cat permukaan yang karat akibat cacat bahan atau kesalahan pengerjaan pada panel bodi dan dalam penggunaan yang normal; terakhir komponen-komponen yang bisa habis karena terpakai dan terhadap hal-hal serta komponen yang tidak ditanggung oleh warranty.

Warranty bisa hilang disebabkan banyak hal. “Pemakaian aditif sehingga ada bagian komponen terkena dari pemakaian itu, warranty langsung hilang,” tegas Iwan Abdurahman, Section Head Technical Service Division-Training Department PT Toyota Astra Motor. Terpenting lagi, lanjutnya, jangan lewat terlalu jauh servis 1.000 km, warranty juga hilang.

Selain karena pakai aditif, penyebab warranty lenyap karena;
Modifikasi    : Terhadap suatu bagian (misal ban, mesin, audio dll yang menyeret
kerusakan bagian sekitarnya atau terkait).
Suku cadang: Pakai yang bukan asli Toyota dan tidak dilakukan oleh bengkel resmi, sehingga menimbulkan kerusakan.
Lalai             : Kecelakaan, pemakaian yang salah (balapan, overloading, mener-
jang banjir, dsb), melakukan penyetelan dan perbaikan yang tidak
sempurna yang bukan dilakukan Toyota.
Faktor yang sulit dikontrol:
-  Cacatnya permukaan cat karena benturan atau batu kerikil dan go-
resan.
-  Rusak permukaan cat akibat lingkungan seperti hujan, bahan kimia
getah pohon, garam dll.
-  Bencana alam seperti hujan batu (letusan gunung), angin topan,
banjir dll.
Kesalahan perawatan:
Menggunakan bahan bakar, pelumas dan minyak (fluida) tidak
sesuai spesifikasi yang direkomendasi Toyota.

Odometer         : Pemilik mengubah (reset).

Selain faktor di atas, ada hal-hal yang tidak ditanggung Warranty
Biaya pekerjaan :
- Engine tune up, pengaturan roda (wheel alignment, balance roda
rotasi ban, pemeriksaan dan penyetelan—rem dan kopling, tali
kipas, link, dan penghubung pengemudi—pembersihan sistem bahan
bakar, sistem pendinginan (AC) dan kerak karbon serta pemolesan.

Biaya jasa          : pekerjaan pre-delivery dan servis berkala

Bahan-bahan dan komponen servis berkala:
- Bola lampu (kecuali sealed beam, halogen, HID), sekring, busi,
tali kipas (kecuali timing belt), elemen pembersih, pelapis se-
patu rem, ped rem (rem cakram), elektolit baterai, refrigerant
pendingin, bahan bakar, oli dan minyak-minyak (kopling, rem
power steering, silicon, transmisi otomatis), gemuk dan bahan
tambahan (aditif).

Dari berbagai ketentuan di atas, seperti penggantian komponen, “Kalau diganti dengan kualitas yang lebih baik, masih masuk warranty,” sebut Iwan. Ia mengambil contoh, busi yang standar Innova ditukar dengan yang iredium.

Kemudian servis di tempat lain, tetapi masih merupakan bengkel resmi Toyota. Iwan mengumpamakan ketika membeli di Jakarta untuk servis berkalanya dilakukan di Semarang. “Semisal beli di Tunas Toyota Jakarta Auto 2000 Jakarta dan servisnya di Auto 2000 Semarang. Itu boleh asal disertai bukti dengan pengisian di buku servis dan ada cap.”

Iwan pesan wanti-wanti, “Jangan sekali-sekali mengubah odometer. Ini termasuk pelanggaran berat dan pernah terjadi.”

Sumber :  KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Tags: ,

May 31

31 Mei  2009
Pasir membersihkan kaca

- Setelah Imagine dengan karya ngecat knalpot titanium dan cara memilih velg di kaki lima oleh Sruntulan, kini klub otomotif Segitiga membagi ilmu. Mereka memberi jurus cara membersihkan kaca lampu utama  maupun lampu belakang (stop lamp).

Siapa sih yang nggak gondok kalau mika lampu mobil jadi buram alias tidak terang? Selain mengganggu tampilan mobil, fungsionalitas sebagai pemandu jalan kala malam jadi berkurang. Cara membersihkan cukup gampang dan bisa dilakukan sendiri dengan membersihkan bagian dalam lampu yang sudah terlihat kusam dan buram. Bahan-bahannya cukup menggunakan campuran air, bubuk deterjen, dan pasir halus.

Bagaimana cara kerjanya, simak langkah-langkah yang dibuat komunitas Segitiga asal Bekasi ini yang dipraktikkan pada Toyota Great Corolla.

1. Buka batok lampu mobil beserta dudukannya. Siapkan bahan-bahannya, di antaranya air secukupnya, dua sendok makan bubuk sabun deterjen pakaian, dan sejumput pasir halus yang sudah disaring sampai tak ada kerikil besar.

2. Masukkan sedikit demi sedikit pasir halus ke dalam batok lampu melalui lubang bohlam. Kemudian dilanjutkan dengan memasukkan bubuk deterjen dan terakhir giliran air.

3. Setelah semua bahan masuk ke dalam batok, kemudian diguncang-guncang. Lakukan langkah ini sampai seluruh bagian dalam lampu bersih dari kotoran. Diibaratkan, bubuk deterjen sebagai pembersih, pasir halus bertugas sebagai sikatnya.

4. Setelah terlihat bersih, masukkan air dari slang dengan tekanan yang cukup untuk mengeluarkan deterjen dan pasir. Terus lakukan berulang kali sampai dipastikan pasir dan deterjen sudah tidak ada.

5. Langkah terakhir, keringkan deh. Pengeringan bisa dilakukan dengan dijemur. Kalau punya kompresor angin, semprot dulu sebelum dijemur.

Agar kaca tidak mengembun setelah pemasangan, disarankan untuk melakukan pembersihan kaca lampu yang sebaiknya dilakukan siang hari. Bersih deh! (Rendy)

Sumber :  MOTOR/ARTHA

Tags:

May 30

30 Mei  2009
Penyanyi Ari Laso yang menjadi icon Daihatsu Luxio saat leuncuran di Kempenski

— Produsen Daihatsu Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), cukup jeli menangkap kondisi pasar di Tanah Air yang sekarang ini lagi kurang sehat akibat terpaan krisis ekonomi. Mereka menyodorkan Daihatsu Luxio yang diperkenalkan di Grand Ballroom, Kempenski, Jakarta, Kamis (26/2), sebagai pilihan alternatif di saat harga mobil sekarang lagi membubung.

Sebab, untuk mendapatkan kendaraan yang sempurna bagi keluarga, terutama berpenumpang 8 orang, harganya sudah di atas Rp 200 juta-an. Di sinilah ADM melihat ada penurunan budget dalam pembelian mobil ‘mewah’ (down switching) oleh calon konsumen. “Di sini kami menawarkan Daihatsu Luxio,” ungkap Wakil Presiden PT ADM MR Sudirman.

Sesuai dengan namanya Luxio, lanjut Sudirman, berasal dari Luxury yang berarti kemewahan yang disesuaikan untuk keluarga. Makanya, mini MPV yang berplatform Gran Max dan menggunakan mesin Terios 3SZ-VE 1.500 cc DOHC, VVTi, ini dirancang dengan konsep baru yang stylish, mewah, lega, dengan kenyamanan dan performa tinggi. Untuk lebih lengkap soal kelebihan dan kemewahannya bisa dilihat di rubrik “Produk Baru”.

Yang pasti, konsumen punya banyak pilihan untuk mendapatkan Luxio. Menurut CEO ADM Suparno Djasmin, pihaknya menyediakan 4 varian Luxio dengan kelengkapan dan kemewahan yang berbeda. Dimulai dari varian terendah Luxio D dibanderol Rp 136.juta (OTR), tipe menengah Luxio M Rp 146 juta (OTR), dan yang mewah Luxio X bertransmisi manual seharga Rp 151 juta (OTR), dan transmisi otomatis (A/T) Rp 162juta (OTR).

“Untuk varian dengan optional ABS ada tambahan harga Rp 3 juta,” jelas Djasmin. Jadi, harga Luxio M dan X yang dipatok di atas belum termasuk pemakaian ABS. Tak cuma itu, lanjut Djasmin, pihaknya juga menyediakan berbagai paket untuk membuat tampilan Luxio lebih manis.

Seperti Luxio D dengan membayar harga sebesar Rp 142 juta tampilan mobil jauh lebih bagus. Kemudian ada paket Elite untuk Luxio M dengan menambah Rp 7,9juta ada sekitar 11 bagian di bodi mobil mengalami perubahan dari standarnya. Terakhir ditawarkan paket Ultimate dengan menambah kocek Rp 6,8 juta, delapan item mampu mengubah bodi mobil.

Perihal harga, Amelia Tjandra, selaku Direktur Pemasaran PT ADM mengimbau kepada calon konsumen untuk segera membeli Luxio. “Sampai Maret nanti tidak ada koreksi harga. Sebab, kami sudah menaikkan harga secara bertahap mulai Januari kemudian dilanjut Februari. Jadi, Maret ini tidak ada kenaikan harga,” bilang Amelia.

Dengan rentang harga seperti itu, Luxio head on dengan dua merek, yakni sama Suzuki APV Arena GL, GX, dan GLX yang mempunyai harga kisaran Rp 135 juta sampai Rp 160 juta-an. Kompetitor lainnya, Toyota Avanza 1.5L tipe S dengan kisaran harga antara Rp 155 juta sampai Rp 165 juta-an.

Sumber :  KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ

Tags: ,

May 30

30 Mei  2009

Ban disemir dengan bahan cairan yang juga bisa menjaga kelenturannya

KOMPAS.com — Cuaca yang pancaroba akhir-akhir ini, buat pemilik mobil, perlu menjaga kendaraannya lebih ketat. Terutama bagian yang berbahan karet berisiko mempercepat proses kerusakan, bila tak mendapat perawatan. Usia pakainya pun lebih singkat.

Ada beberapa komponen vital di mobil yang menggunakan bahan kenyal. Di antaranya V-belt yang tugasnya menggerakkan komponen di mesin. Kemudian, lis kaca dan karet wiper yang tak cuma bisa mengganggu pandangan, juga membaretkan kaca bila kurang diperhatikan.

Inilah komponen dari karet yang perlu mendapat perawatan

1. Karet wiper
Dibersihkan secara berkala dengan cara dilap, tak terkecuali musim panas juga hujan. Karena partikel yang menempel di karet bisa bikin baret kaca. Lalu, debu dan kerak yang menempel bisa memperpendek umur pakai karet.

2. Karet pintu
Berfungsi meredam suara dan menghalang air hujan masuk. Supaya elastisitas terjaga, bisa disemprotkan spray berbahan silikon yang banyak dijual di toko aksesori.

3. Lis kaca
Juga semprotkan spray berbahan silikon untuk menjaga elastisitasnya. Namun sebelum disemprotkan, bersihkan dulu lis dari kotoran untuk mengurangi kemungkinan kaca baret ketika diturun-naikkan. Gunakan cutton bud untuk mencapai bagian terpencil.

4. Ban
Setelah dicuci, gunakan semir ban. Selain resik penampilannya, umur pakai lebih panjang. Silikon khusus ban akan menjaga kelenturan sehingga lebih awet muda.

5. V-Belt
Ini perlu mendapat perawatan. Terutama, ketika bagian itu mulai memunculkan bunyi deritan. Sebelum dibersihkan, cermati dulu. Jika kondisinya sudah pecah-pecah, segera ganti. Sebaliknya, masih bagus, bersihkan dengan sikat gigi sambil disiram air bersih. Bila perlu semprot dengan spray khusus untuk V-Belt. (Trybowo Laksono)

Sumber :  KOMPAS.com

Tags:

May 29

28 Mei  2009

Tes sekaligus berwisata kuliner di Candi Prambanan.

KOMPAS.com — Untuk mengetahui performa Daihatsu Luxio, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengajak 22 wartawan untuk mencoba lima unit Luxio dari berbagai varian. Rute tes Semarang–Bawen–Salatiga–Bawen–Ambarawa–Mangelang– Yogyakarta–Solo.

Berdasarkan transmisi, dicoba 3 unit otomatik dan 2 manual. Khusus untuk varian paling top adalah X A/T yang dilengkapi dengan ABS.

Tes ini belum maksimal karena alat ukurnya adalah visual dan perasaan. Sebagai pembanding pun bergantung pada pengalaman masing-masing wartawan. Di samping itu, jumlah  penumpang tidak maksimum. Paling banyak, pengemudi dan penumpang 5 orang dewasa.

Meski begitu, dengan pengalaman yang diperoleh wartawan yang pernah mencoba kendaraan lainnya, tes ini cukup sebagai masukan bagi calon pembeli atau peminat Luxio. Di samping itu, bak seorang pakar, wartawan juga coba mencari aspek yang masih harus ditingkatkan Daihatsu terhadap Luxio sehingga membuat konsumennya makin nyaman dan aman.

Medan Tes
Situasi jalan yang dilalui tes sangat pas buat operasional. Ada jalan tol (Semarang-Unggaran), jalanan penuh tanjakan (Unggaran, Salatiga, dan Ambarawa), dalam kota (Magelang, Yogyakarta, dan Solo). Semua jalan yang dilalui beraspal mulus.

Agar informasi yang disampaikan bisa maksimal, Kompas.com mengemudikan versi otomatik, duduk sebagai penumpang depan, tengah, dan belakang. Di samping itu, tentu saja ada diskusi dengan rekan wartawan lainnya tentang kesan mereka, baik sebagai pengemudi, maupun penumpang Luxio.

Otomatik
Paling enak, ya… transmisi otomatik. Pasalnya, pengemudi cuma memainkan gas dan rem untuk meningkatkan kecepatan, memperlambat, dan menghentikan laju kendaraan. Tuas persneling yang berada di tengah dasbor mudah dicapai. Pengoperasiannya dengan menggeser tongkat maju-mundur.

Transmisi otamatik 4 percepatan, ternyata gigi tertinggi buat “overdrive” (OD). Lainnya adalah D, 2, dan L. Pada beberapa tanjakan yang cukup berat dengan kecepatan 60 km, untuk memperoleh tenaga harus pindah ke posisi 2.

Kick down, atau terjadinya perpindahan gigi ke posisi lebih rendah atau putaran mesin naik dengan cepat agar akselerasi makin cepat, terjadi pada putaran 2.500 rpm. Ini bisa dirasakan dengan makin kuatnya tarikan mesin. Suara mesin juga  makin keras.

Transmisi otomatik dilengkapi dengan tombol OD cukup ditekan dengan jempol tangan kiri. Juga ada indikator pada panel instrumen, tepat berada di dalam lingkaran tachometer dan ditempatkan bersama dengan indikator bahan bakar.

Bila OD diaktifkan, lampu indikator di panel instrumen mati. Kondisi seperti ini dianggap standar oleh beberapa rekan wartawan. Akibatnya, saat mengemudi pada kondisi normal, tarikan terasa lambat. Begitu juga reaksi kendaraan saat di-“kick down”.

Dengan kondisi seperti ini, asumsi yang bisa muncul pertama kali, matik Luxio loyo. Padahal OD hanya digunakan di jalan tol datar dengan kondisi lalu lintas yang tidak terlalu ramai. Atau, bisa pula saat berada di dalam kota, dengan kondisi mengemudi santai sembari mengirit konsumsi bahan bakar.

Dengan OD diaktifkan, perbandingan gigi jauh lebih rendah dibandingkan gigi 5 dari versi matik. Sebagai contoh, gigi 5 manual perbandingan 0,838, sedangkan OD matik, 0,626.

Kondisi normal, OD harus dinonaktifkan dapat diketahui melalui indikator pada panel instrumen. Saat aktif, lampu OD mati. Sebaliknya, bila berfungsi, lampu menyala.

Dengan mematikan OD, tarikan minivan terasa cukup mantap. Mesin jadi lebih responsif begitu ketika kick down dilakukan untuk mendahului kendaraan lain. Untuk bermanuver juga jadi lebih enak, selama perjalanan gigi L tidak pernah dioperasikan.

Pada transmisi manual, dari rekan-rekan wartawan sempat menjajal, memberikan nilai positif, baik terhadap akselerasi, maupun operasional perpindahan gigi.

Indikator Matik
Pada malam hari atau kondisi gelap, terasa ada yang agak merepotkan. Tentu saja juga lebih merepotkan bagi mereka yang pertama kali mengemudi dengan transmisi otomatik pada Luxio. Pasalnya, untuk memastikan posisi gigi, harus dicari dulu.

Meski ada indikator pada panel instrumen, ukurannya terlalu kecil dan hanya ditayangkan dalam bentuk huruf. Warna juga tidak mencolok karena seperti angka digital biasa. Begitu juga latar belakang layar. Sebaiknya, Daihatsu menempatkan indikator ini sendiri dan mudah dilihat. Misalnya, posisi paling kanan dari instrumen dengan susunan seperti pada tongkat transmisi P-R-N-D–L-2. Kalau perlu, gunakan variasi warna.

Hal yang sama juga terjadi pada bezel tongkat pemindah gigi. Di malam hari, bagian itu tidak bisa dilihat sama sekali, baik huruf maupun garis posisi. Untuk memudahkan pengemudi, disarankan Daihatsu menggunakan indikator yang memantulkan sinar bila gelap. Untuk indikator seperti bensin, sebaiknya juga menggunakan warna yang lebih terang dan bukan dasarnya terang. Sekarang untuk digital lagi tren warna biru!

Kenyamanan
Sebagai pengemudi, posisi duduk cukup nyaman kendati setir tidak bisa disetel. Meski begitu, ukuran pedal gas dan rem terlalu kecil. Padahal, untuk matik, keduanya sangat penting. Bagian yang dirasakan cukup mengganggu adalah posisi cantolan sabuk pengaman di pilar pintu yang terlalu tinggi. Akibatnya, baik pengemudi maupun penumpang, sabuk pengaman posisi menahan berada dekat leher atau di atas bahu.

Posisi duduk penumpang depan dan tengah sangat oke. Namun sayang, ketinggian jok dan penahan kepala (headrest) agak rendah. Bagi pengemudi dan penumpang berpostur tinggi, saat penahan kepala ditarik maksimal, posisinya persis di belakang leher. Kalau pun dipaksakan dengan memosisikan kepala pas di sandarannya, tubuh harus dimiringkan lagi. Ini juga menyulitkan. Terutama jok deret ketiga atau belakang kendati sandarannya bisa dimiringkan. Jok yang satu, posisi tetap!

Suara mesin bisa diredam dengan baik. Begitu juga saat meluncur pada kecepatan tinggi. Padahal, mesin persis berada di bawah pengemudi dan penumpang depan. Namun, AC, terutama untuk penumpang belakang, dirasakan masih belum maksimal.

Untuk rem, setelah rekan-rekan wartawan berdiskusi, mereka menilainya normal, dan tidak memberi nilai lebih dan kurang. Adapun setir, meski sudah dilengkapi power steering, saat mobil diam, butuh tenaga cukup untuk menggerakkannya (pasti lebih ringan dibandingkan tanpa power steering). Namun, ketika Kompas.com menggunakan satu jari untuk membelokkan setir, butuh usaha yang lebih keras.

Hal lainnya, lampu-lampu pada malam hari mudah dioperasikan. Lampu belakang juga mudah dilihat, terutama versi X yang dilengkapi dengan stop tambahan di bawah spoiler belakang.

Cukup menarik, Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra, yang mendampingi wartawan selama mengetes mobil ini sembari melakukan wisata kuliner, mengatakan kepada Kompas.com, ”Tulis saja apa kekurangannya. Kita juga ingin mendapatkan masukan agar bisa membuat produk yang lebih baik lagi.”

Oke banget Bu!

Sumber :  KOMPAS.com

Tags:

May 29

28 Mei  2009

— Buat pemilik Kijang Innova, mungkin ada yang mengeluhkan tenaga bawahnya loyo. Atau kurang enak dikemudikan lantaran kurang responsif. Nih, Andreas, mekanik sekaligus punggawa dari bengkel Phoenix-R di Serpong, Tangerang bisa memberi solusinya. “Cukup disentuh tiga bagian saja, tarikan Innova sudah enak,” ungkapnya.

Filter High Flow
Tiga sektor yang harus disentuh menurut Andreas meliputi oli, sistem udara, dan bahan bakar. Cukup banyak kendaraan jenis multi-purpose vehicle (MPV) dari Toyota itu sudah ditanganinya. “Kebanyakan dari komunitas Innova,” bukanya.

Untuk oli, ada dua bagian, yakni mesin dan transmisi. Untuk mesin, Andreas menyarankan, minimal memakai pelumas yang memiliki kekentalan 10-40SM, baik bertransmisi manual maupun matik. Karena mesin Innova, katanya, sudah dilengkapi teknologi hydraulic lash adjuster (HLA), yang penyetelan klepnya berlangsung secara otomatis.

Sementara itu, untuk gardan, khusus transmisi manual pergunakan yang 80-90 GL5 atau SAE 90 GL5. “Oli bisa tergantung emisinya juga. Kebetulan Innova sudah Euro 2,” lanjut Andreas.

Untuk yang bertransmisi otomatis, pergunakan TP4 atau ATF Multi. “Toyota sendiri juga mengeluarkan, Toyota T4 bisa direkomendasi,” paparnya. Namun, ada merek lain yang menyebutkan oli itu untuk Toyota.

Setelah oli, kini bensin. Menurut Andreas, pada bahan bakar mobil perlu dikasih “racun” seperti yang banyak dijual di toko aksesori. Ia menyarankan, sebaiknya pakai yang berupa cairan. Kalau bentuk magnet kurang efektif.

Lebih penting lagi, servis filter bensin setiap 20.000 km. Ini terutama bagi yang suka menggunakan bahan bakar dari Pertamina. Sebab, menurut Andreas, di bengkel resmi Toyota pun tidak dilakukan pembersihan komponen ini.

Untuk filter udara, “Standar bawaan toyota diganti model yang high flow. Jenis bahan katun yang bisa ditiup pakai angin atau yang bisa dicuci. Modelnya lebih kecil dari standar Innova,” pesan Andreas. Sebab, filter udara standar Innova yang terbuat dari kertas, modelnya besar membuat napasnya  kurang bagus. Ia juga menyarankan agar ukuran rumah filter udara diperkecil lagi.

Sumber :  KOMPAS.com

Tags: ,

May 28

28  Mei 2009

Rahasia Kecanggihan Active on Demand pada Chevy Captiva AWD
GMAI
Opel
Sistem Active on Demand yang digunakan pada Chevy Captiva AWD, yang juga digunakan oleh saudaranya di Eropa, opel Antara.

– Chevy Captiva terbaru sangat membanggakan teknologi AWD-nya. General Motors (GM) menyebutnya “Active on Demand”.

AWD “Active on Demand” – khusus pada Captiva – adalah sistem 4×4 yang mendistribusikan tenaga kepada semua roda sesuai dengan kebutuhan atau kondisi jalan dan mengemudi.

Sebagai contoh, bila sebuah mesin menghasilkan tenaga 100 PS, untuk sistem 4×4, setiap roda memperoleh tenaga secara merata, yaitu 25 PS. Artinya, proporsi roda belakang dan depan untuk menggerakkan kendaraan sama: 50:50.

Dengan “Active on Demand” proporsinya bisa berubah menjadi 60:40 atau 70:30. Hebatnya, untuk mengubah pembagian itu, tak perlu dilakukan oleh pengemudi. Mobil sendiri yang akan menentukan, kapan dan di mana harus mendistribusikan tenaga kepada masing-masing roda sesuai dengan kebutuhan. Jadi, pantas dibanggakan!

Pendistribusian torsi ke roda sesuai dengan kondisi jalan dan mengemudi, perlu dilakukan karena bisa saja salah satu roda slip atau tidak menyentuh permukaan jalan pada kondisi tertentu. Misalnya, permukaan jalan licin atau salah satu roda terangkat.

Full vs Part Time
Dulu, teknologi AWD atau 4×4, baik yang full-time (permanen) maupun part-time (bisa diubah dari x4x menjadi 4×2 atau sebaliknya), cukup menimbulkan dilema.

Pada “Full-Time” (FT), setiap kendaraan dijalankan, mesin harus mengengkol keempat rodanya, baik di off-road maupun di on road (jalanan aspal).

Nah, pada jalanan aspal kondisi FT tidak menguntungkan. Konsumsi bahan bakar jadi boros. Pasalnya, komponen pemindah daya yang harus digerakkan mesin banyak. Kerugian tenaga juga bertambah.

Pada “Part-Time” (PT) juga ada masalah. Sistem harus dilengkapi dengan “transfer case” (ada yang menyebutnya “gardan tengah”). Tugas bagian ini, membuat kendaraan bekerja menjadi 4×2 saja atau 4×4.

Beberapa produsen saat i ni menciptakan sistem 4×4 PT yang lebih gampang pengoperasiannya. Pengemudi cukup menekan tombol untuk berpindah sistem dari satu kondisi ke kondisi mengemudi lainnya. Ternyata, cara ini dianggap belum praktis karena bobot kendaraan makin berat lantaran ukuran gardan tengah cukup besar.

Kopling Aktif
Nah, melihat dasar AWD Captiva, teknisnya mirip dengan FT. Pasalnya, antara as roda belakang dan depan hanya dihubungkan oleh sebuah as kopel secara permanen. Tidak ada gardan tengah.

Meski begitu, sebelum gardan atau diferensial belakang, Chevrolet menambahkan komponen yang disebut “Active Coupling”. Bahasa kitanya, kopling aktif. Hebatnya lagi, kopling aktif ini kerjanya berdasarkan perintah “otak” atau dikontrol oleh komputer.

Selanjutnya, komputer memberi perintah kepada kopling aktif berdasaran informasi yang diterima dari alat pengindera atau sensor-sensor yang dipasang pada mobil yang berfungsi seperti  mata, kuping, hidung, kulit atau alat perasanya lainnya pada manusia.

Setelah menerima informasi dari sensor tersebut, komputer memproses dan lantas memerintahkan kopling untuk bekerja, pada manusia bisa diumpamakan dengan kaki.

Tugas dari kopling meneruskan torsi yang dihasilkan mesin ke as roda belakang. Namun tenaga yang diteruskan ke roda belakang, bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi medan atau jalan yang dilalui.

Kopling bekerja bila, ban depan atau belakang slip. Untuk memastikan ban salah satu ban slip didasarkan pada perbedaan kecepatan putaran masing-masing roda yang dilengkapi dengan sensor. Atau bisa pula, kopling mendistribusikan torsi secara merata ke roda depan dan belakang bila mengetahui, kecepatan putaran roda depan dan belakang sama.

Untuk ini, sistem juga memanfaatkan informasi dari bagian lain, yaitu komputer mesin, kontrol bodi (body control) dan kontrol rem yang bekerja secara elektronik atau EBC (electronic brake control).

Kopling Magnet
Aktif kopling terdiri dari lembaran kopling seperti yang digunakan pada sepeda motor. Lembaran kopling ini juga diredam dalam oli.

Pada aktif kopling, ada komponen utama lain, yang justru dikontrol oleh komponen, yaitu rangkaian kopling magnet (diberi aliran listrik baru menjadi magnet). Kopling magnit ini mampu memindahkan torsi ke roda belakang dari 0 sampai 2.530 Nm.

Kopling tersebut memindah torsi sesuai dengan perintah yang diterimanya dari komputer atau kondisi permukaan yang dilalui. Misalnya aspal, pasir, lumpur dan sebagainya. Pengontrolan dilakukan secara terus-menerus.

Pada kondisi jalan mulus, pembagian tenaga untuk kedua as roda depan dan belakang adalah 50:50. Tetapi bila permukaan jalan yang dilalui ban belakang licin atau pasir, perbandingan diubah. Torsi ke roda belakang dikurangi atau dihentikan sama dan hanya digunakan untuk roda depan. Dengan demikian, tenaga mesin untuk menggerakkan kendaraan tetap besar dan maksimal.

Lebih Aman
Kemampuan seperti yang disebutkan di atas, bukan hanya membantu traksi dan stabilitas di jalan berpasir, juga di permukaan basah atau becek. Traksi tetap maksimal di jalan yang licin. Begitu pula dengan kemampuan menanjak dan akselerasi kendaraan dari diam.

Stabilitas juga lebih baik pada kecepatan tinggi karena mobil terus dikontrol. Malah gejala oversteer atau understeer, bisa dicegah karena Chevrolet memasang pula ESP (Electronic Stability Program) pada Captiva AWD ini.

Kerja pengemudi makin nyaman saja karena SUV ini dipersenjatai dengan transmisi otomatik 5 percepatan, tiptronic. Mau tambah tenaga atau santai, tinggal menyentuh tongkat transmisi ke depan atau ke belakang!

Kompensasi dari semua kelebihan yang telah disebutkan tadi, adalah tambahan komponen dan bobot kendaraan. Bila dasar kendaraan menggunakan gerak roda depan, maka tambahan komponen adalah as kopel (propeller shaft), kopling aktif, gardan (diferensial) belakang, dan as roda belakang aktif (memutar roda).

Dengan ada komponen tersebut, selain menambah bobot, komponen yang berputar juga membutuhkan energi. Berarti konsumsi energi lebih besar dibandingkan degnan 4×2. Faktor terakhir ini pula yang menyebabkan Chevrolet hanya mengandalkan mesin diesel dengan torsi besar pada varian terakhir Captiva ini.

Kendati demikian, dibandingkan dengan sistem AWD lama, versi terbaru ini jauh lebih ringan lebih praktis. Yang rumit adalah sistem kontrol elektroniknya.

Karena kerja kopling aktif tergantung pada energi listrik, begitu juga sistem pengontrolan, maka sumber listrik pada mobil, yaitu batere plus alternator harus dijaga dalam kondisi selalu sehat dan bekerja secara optimal.

Sumber :  KOMPAS.com

Tags:

May 28

28 Mei 2009

— Dari segi tampilan, Mercedes-Benz E200 ini layaknya mobil standar. Meski body kit AMG sudah menempel seperti bumper depan. Kemudian pada bagian belakang, ada penambahan sayap mungil dan ujung knalpot kiri dan kanan yang ganda.

Lantas, apa yang menarik dari mobil Jerman produksi 2003 ini? Coba perhatikan keempat roda, menggunakan velg Forgiato Parlaro. Lalu, sekalian lirik ke sistem penghenti lajunya, sudah tidak standar.

Satu set rim Parlaro itu seharga dengan sedan Proton Saga dari Malaysia yang baru di-launching Maret lalu. Kresna, sang pemilik Mercedes, menebusnya 9.500 dollar AS (dikalikan Rp 12.000) atau Rp 114.000.000. Pertimbangan memilih velg Parlaro, “Dulu gue pernah ikut kontes modifikasi, tapi kalah untuk ngedapetin gelar The Best Rims,” sesal Kres—sapaan karib Kresna—yang dengan velg baru siap berkompetisi.

Desain velg Forgiato Parlaro ini terbilang unik. Konsepnya, perpaduan bulan sabit dan palang besar membentuk center hub sebagai pemegang baut roda. Diklaim memiliki titik poin keseimbangan dan kekuatan yang sama dengan model velg konvensional berkonstruksi 3-pieces forged.

Boleh jadi, Parlaro disebut sebagai velg revolusioner yang canggih dan terwujud dengan sempurna. Bayangkan, minim pegangan, namun bisa bersinergi dengan kekuatan dan keseimbangan mobil. Kebetulan velg ini punya ukuran untuk E-Klasse yaitu 5/112 dengan pemesanan 3 bulan.

Finishing yang dipilih satin black, meski juga tersedia flat black/satin silver center with chrome lip, flat red/flat black center with flat black lip, dan chrome/black.

Dengan velg canggih, Kresna membenamkan Brembo 8 pot ke roda depan. “Ukuran disk-nya sekitar 380 milimeter,” bilang Ferry Soehary, punggawa Concept Motorsport yang mendandani mobilnya. Pengerjaannya sangat gampang, kebetulan Brembo menyiapkan perangkat penghenti laju berspek plug and play. (Rudy)

Sumber :  KOMPAS.com

Tags:

May 27

27 Mei  2009

Mengemudi di malam hari sebenarnya bisa menyenangkan bila Anda menyadari tingkat kewaspadaan yang harus dimiliki karena visibilitas yang lebih rendah. Berikut ini beberapa hal dasar: Hidupkan lampu depan dan lampu belakang sejak saat matahari terbenam sampai matahari terbit dimkan lampu depan bila ada kendaraan lain dalam jarak 200 meter dari Anda, atau ketika Anda mengemudi di belakang kendaraan lain. Kalau mobil Anda mogok di malam hari, pastikan bahwa pengemudi lain dapat melihat kendaraan Anda dan dapat menghindarinya. Hidupkan lampu hazard dan, jika memungkinkan, keluar dari jalan raya. Hindari berhenti pas sesudah mencapai puncak bukit ataupun di belokan. Perhatikan reflektor di sepanjang jalan dan rambu-rambu lain agar Anda tetap berada di atas jalan ketika mengemudi di malam hari. Jadi kehati-hatian sangat penting, bukan hanya diagnosis bmw, diagnosis tester, bmw engine, bmw diagnosis, engine diagnose, diagnose tester marcedez, bmw engine tester.

Memberikan tanda akan berbelok.
Selalulah memberikan tanda jauh sebelum berbelok atau pindah lajur. Memaksa untuk pindah lajur dapat membuat orang lain marah atau memberikan reaksi yang agresif.

Kurangi kecepatan.
Pada saat hujan, air bercampur dengan oli di atas permukaan jalan dan membuat permukaan jalan menjadi licin dan ban mudah slip. Cara terbaik untuk menghindari slip adalah mengurangi kecepatan. Di kecepatan lebih rendah lebih banyak alur ban akan bersentuhan dengan permukaan jalan dan daya cengkeramnya akan lebih baik. Apapun mobil Anda ini sangat penting engine diagnosis, engine marcedez, bmw tester, bmw diagnose, engine tester).

Jaga jarak dengan mobil di depan.
Mengemudi di cuaca basah mengharuskan cara yang halus dalam menggunakan control-kontrol utama—kemudi, pedal-pedal kopling, rem dan gas. Ketika Anda bepergian dalam cuaca basah, mungkin sepatu Anda juga basah dan dapat terpeleset dari pedal. Gosokkan sol sepatu ke alas karet di mobil Anda sebelum menghidupkan mesin . Setiap pengemudi harus selalu memeriksa lampu depan, lampu belakang, lampu rem dan lampu tanda berbelok (lampu sen) semuanya berfungsi dengan baik. Di jalan yang basah dibutuhkan jarak pengereman tiga kali lebih panjang daripada di jalan yang kering. Karena dibutuhkan jarak yang lebih besar, Anda tidak menempel ke mobil di depan (tailgate).Sekurang-kurangnya pertahankan jarak dua kali panjang mobil di antara Anda dan mobil di depan

Setiap pengemudi menginginkan performa terbaik dari ban mereka. Ban-ban yang memberikan pengalaman mengemudi yang lebih baik. Berikut ini beberapa langkah yang kami ambil untuk memproduksi ban bermutu tinggi. Selain itu juga ada daftar beberapa masalah yang sering dihadapi pengemudi. Jika membutuhkan engine diagnosis, engine marcedez, bmw tester, bmw diagnose, engine tester kita bisa banyak belajar.

Pedoman Lengkap Keamanan Ban
Kami sangat menyadari betapa pentingnya peran ban bagi keselamatan setiap pengemudi. Itulah sebabnya kami menyusun pedoman ini untuk membantu Anda memelihara ban-ban Anda dengan baik. Dengan demikian Anda akan dapat menikmati performa maksimum dari ban Anda serta keamanan dalam berkendara. Klik di gambar Pedoman Keamanan Ban di sebelah kanan ini.

Petunjuk Penting:
Sebelum Anda mengganti ban, selalulah baca buku manual mobil Anda dan ikuti rekomendasi pabrik mobil untuk menentukan ban-ban pengganti. Karakteristik pengendalian sebuah mobil dapat saja berubah sama sekali sebagai akibat penggantian ban dengan ukuran dan tipe lain. Bila Anda ingin mengganti ban dengan ban yang berbeda ukurannya dari ban yang orisinal, berkonsultasilah pada toko ban yang profesional untuk memastikan Anda memilih keleluasaan (clearance) yang benar, kapasitas angkut dan tekanan udara yang tepat (Untuk tester bisa seperti diagnosis bmw, diagnosis tester, bmw engine, bmw diagnosis, engine diagnose, diagnose tester marcedez, bmw engine tester).

Jangan sekali-kali melampaui batas kapasitas angkut maksimum dan tekanan udara yang tercetak di dinding ban. Selalulah mementingkan keselamatan dalam mengemudi dan patuhi semua aturan lalu lintas. Hindari membelok atau pindah lajur dengan tajam dan mendadak. Bila Anda tidak mengabaikan petunjuk-petunjuk penting ini, Anda mungkin akan kehilangan control atas kendaraan Anda dan mengalami kecelakaan, luka parah bahkan kematian.

Sumber :  http://mengemudi.info

Tags:

May 27

27 Mei  2009

JIMBARAN,  Kelelahan karena menunggu pesawat terbang selama 14 jam di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jumat (1/2), sehari sebelumnya, tak lagi tersisa. Suasana dan keindahan alam Bali membuat semangat untuk melakukan test drive Mercedes Benz C-Class W204 menggebu.

Di halaman depan The Intercontinental Resort, Jimbaran, 10 unit Mercedes Benz C200 Kompresor berjajar rapi. Para wartawan otomotif dari Jakarta segera menuju mobil sesuai urutan yang telah ditentukan. Rute yang akan ditempuh siang itu adalah dari The Intercontinental Resort, Jimbaran, menuju Maya Ubud Resort, Ubud, yang diperkirakan akan memakan waktu 1 jam 15 menit.

C-Class W204 memiliki dimensi, panjang 4,581 meter, lebar 2,020 meter, dan tinggi 1,447 meter. Dibandingkan dengan pendahulunya (C-Class W203), C-Class W204 lebih panjang 5,5 sentimeter (cm), lebih lebar 4,2 cm, dan lebih tinggi 2,1 cm. Jarak as roda depan dan belakang (wheelbase)-nya juga bertambah 4 cm. Meskipun demikian, berkat desainnya yang apik, dalam pandangan selintas C-Class baru terlihat ramping dibandingkan dari C-Class pendahulunya.

Tak sabar, mesin pun segera dihidupkan. Begitu pace car (kendaraan terdepan yang memimpin perjalanan) meluncur, secara berurutan ke-10 Mercedes Benz meninggalkan The Intercontinental Resort, Jimbaran.

Seakan tidak ingin membuang-buang waktu, pace car langsung dipacu dengan cepat. Langsung terasa bahwa performa C200 K W204 jauh lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya. C200 K W204 terasa lebih bertenaga dan lebih responsif. Melihat data yang ada memang C200 K W204 mengalami pertambahan tenaga maksimum dari 163 PK menjadi 184 PK pada 5.500 rpm. Torsi maksimumnya pun meningkat dari 240 Nm menjadi 250 Nm pada 2.800-5.000 rpm.

Yang paling asyik adalah pada saat C200 K W204 dipacu di ruas jalan yang sempit. Mobil terasa sangat gesit (agile) berkat agility control pada setir dan suspensi, yang dilengkapi selective damping system. Dan, wheelbase yang diperpanjang pun membuat C200 K W204 lebih stabil. Tanpa kesulitan iring-iringan C200 K W204 yang semuanya berwarna hitam itu melahap jalan sempit yang berliku.

Dengan pengaturan kickdown yang tepat, tenaga dan torsi mesin disalurkan ke roda belakang secara mulus. Jika ingin pengendaraan sport, tinggal mengaktifkan tiptronic (touchshift) dengan menggeser tangkai persneling ke kiri. Dengan demikian, pengendara dimungkinkan untuk menaikkan atau menurunkan gigi persneling secara manual.

Tanggal 2 Februari 2008 itu bertepatan dengan peringatan Kuningan di Bali sehingga beberapa ruas jalan menjadi sangat sempit karena banyaknya sepeda motor yang diparkir di tepi jalan di dekat pura. Akibatnya, perjalanan ke Maya Ubud Resort menjadi lebih lama daripada yang diperkirakan semula.

Dalam perjalanan kembali ke The Intercontinental Resort, Jimbaran, iringan-iringan memilih rute melalui jalan raya. Dengan demikian, kecepatan mobil pun bisa dipacu lebih tinggi. Tidak salah jika C-Class W204 disebutkan sebagai mobil yang bukan hanya nyaman bagi penumpang, tetapi juga mengasyikkan bagi pengendara (driver’s car).

Mercedes Benz Indonesia yakin bahwa C-Class W204 dapat diandalkan untuk bersaing dengan BMW Serie 3, Audi A4, dan Lexus IS. Dalam tahun 2007, C-Class mencetak prestasi yang membanggakan. C-Class mendominasi segmen mobil kompak premium dengan penjualan sebanyak 865 unit, atau 57 persen pangsa pasar. Di antara 865 unit C-Class yang terjual itu, 66 unit termasuk W204 yang mulai dipasarkan sejak bulan Juli 2007.

Masuki wilayah baru

Malam hari, para wartawan berkumpul dengan kalangan selebriti di KU DE TA, Seminyak, yang semuanya diminta menggunakan pakaian serba putih, untuk menghadiri pesta rahasia (C-Cret Party), yang diadakan di udara terbuka di tepi pantai. Ternyata, pada pesta itu dipajang C200 K W204 Avantgarde dengan warna putih mutiara. ”Dengan meluncurkan C-Class Avantgarde berwarna putih mutiara itu, Mercedes telah memasuki wilayah baru,” ujar Presiden Direktur Mercedes Benz Indonesia Rudi Borgenheimer. Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar C-Class dipasarkan dengan warna silver atau hitam.

Warna putih yang merupakan warna tahun 2008 diharapkan dapat mengangkat penjualan C-Class W204 di kalangan muda, yang menjadi target utama. Dengan desain baru yang lebih sporty serta perbaikan performa mesin dan kegesitan, rasanya C-Class akan sulit ditandingi. Bersamaan dengan C200 K Classic, juga dipasarkan varian C200 K Avantgarde dan C230 V6 Elegance, Avantgarde, dan AMG. Kesemuanya diimpor secara completely knocked-down (CKD) dan dirakit di dalam negeri. C200 K Classic dijual dengan harga Rp 489 juta dan Avangarde Rp 564 juta, sementara C230 Elegance dijual dengan harga Rp 609 juta dan Avantgarde/AMG Rp 669 juta. (JL)

Sumber :  KOMPAS/ JAMES LUHULIMA

Tags: ,