Toyota mungkin saja mengambil alih posisi GM sebagai produsen
kendaraan terbesar di dunia tahun ini. Namun di sisi lain, GM coba
membuktikan dominasinya sebagai produsen hybrid terbesar, bahkan
mungkin menggeser Toyota.
Saat ini, Toyota masih merajai penjualan kendaraan hybrid dengan ikon paling suksesnya, Prius.
“Kami
siap berkompetisi dengan siapa saja, karena ini juga menyangkut
persaingan teknologi terbaru dan kami tidak ingin kalah dalam
pengembangan teknologi ini,” ujar Katsuaki Watanabe, Presiden Toyota
seperti dikutip Reuters, Rabu (16/1/2008), di sela-sela media preview
North American International Auto Show (NAIAS) 2008.
Watanabe
menambahkan, selain terus mengadakan penelitian untuk mengembangkan
baterai, beberapa program juga telah disiapkan, di antaranya melakukan
uji coba publik di Tokyo. Pada akhir 2010 mendatang, Toyota juga akan
memeasarkan model hybrid terbarunya yang menggunakan baterai lithium
ion (Li-on) untuk kalangan khusus, seperti kepada perusahaan dan
pemerintah.
Selain itu, Toyota juga sedang membangun pabrik
yang memproduksi generasi terbaru baterai Li-on untuk kendaraan hybrid
(semi listrik) dan listrik. “Hybrid adalah bisnis inti Toyota dan
strategi kami untuk mengembangkannya tidak akan berubah,” tegas
Watanabe.
Pihak Toyota juga optimistis, mampu menyaingi
kehadiran produk listrik Volt pada akhir 2010 mendatang. Sebelumnya GM
mengumumkan akan mulai memproduksi kendaraan listrik Chevrolet Volt
dalam 2 tahun ke depan. Teknologi baterai yang dikembangkan pada Volt,
memilik daya tampung energi lebih besar sehingga dapat mengantarkan
kendaraan lebih jauh. Pengisian ulang dapat dilakukan pada sumber
listrik konvensional di rumah.
“Akhir 2010 akan menjadi tahun
yang bersejarah bagi kami,” ujar Bob Lutz, vice president GM. Ia
menambahkan, saat ini proses penelitian dan uji coba berjalan sesuai
jadwal. Hal ini juga menepis anggapan bahwa GM menemui masalah dalam
pengembangan teknologi baterai.
Tidak sama dengan kendaraan
hybrid yang mengombinasikan listrik dan mesin bakar, teknologi plug-in
yang dikembangkan GM, digerakkan dengan sebuah motor listrik yang
didesain untuk jarak pendek, yaitu 64 km untuk sekali pengisian ulang.
Saat energi habis, mesin bakar (bensin) baru berperan menggerakkan
kendaraan. Sementara baterai Li-on yang digunakan pada Volt lebih
bertenaga dan ringan dibanding baterai nickel.
Sebelumnya,
pimpinan GM North American, Troy Clarke mengumumkan, akan memasarkan
kendaraan listrik Saturn Vue SUV pada 2010. Namun berbeda dengan Volt,
daya jangkau Saturn Vue hanya sekira 16 km untuk sekali pengisian
ulang. Kendaraan tersebut masih akan mengandalkan mesin bakar untuk
menjalankan kendaraan. (ton)
Sumber: OkeZone
Tags: Sewa Rental Mobil Toyota, Toyota: Hybrid adalah Bisnis Inti Kami



