Apr 25

Toyota mungkin saja mengambil alih posisi GM sebagai produsen
kendaraan terbesar di dunia tahun ini. Namun di sisi lain, GM coba
membuktikan dominasinya sebagai produsen hybrid terbesar, bahkan
mungkin menggeser Toyota.

Saat ini, Toyota masih merajai penjualan kendaraan hybrid dengan ikon paling suksesnya, Prius.

“Kami
siap berkompetisi dengan siapa saja, karena ini juga menyangkut
persaingan teknologi terbaru dan kami tidak ingin kalah dalam
pengembangan teknologi ini,” ujar Katsuaki Watanabe, Presiden Toyota
seperti dikutip Reuters, Rabu (16/1/2008), di sela-sela media preview
North American International Auto Show (NAIAS) 2008.

Watanabe
menambahkan, selain terus mengadakan penelitian untuk mengembangkan
baterai, beberapa program juga telah disiapkan, di antaranya melakukan
uji coba publik di Tokyo. Pada akhir 2010 mendatang, Toyota juga akan
memeasarkan model hybrid terbarunya yang menggunakan baterai lithium
ion (Li-on) untuk kalangan khusus, seperti kepada perusahaan dan
pemerintah.

Selain itu, Toyota juga sedang membangun pabrik
yang memproduksi generasi terbaru baterai Li-on untuk kendaraan hybrid
(semi listrik) dan listrik. “Hybrid adalah bisnis inti Toyota dan
strategi kami untuk mengembangkannya tidak akan berubah,” tegas
Watanabe.

Pihak Toyota juga optimistis, mampu menyaingi
kehadiran produk listrik Volt pada akhir 2010 mendatang. Sebelumnya GM
mengumumkan akan mulai memproduksi kendaraan listrik Chevrolet Volt
dalam 2 tahun ke depan. Teknologi baterai yang dikembangkan pada Volt,
memilik daya tampung energi lebih besar sehingga dapat mengantarkan
kendaraan lebih jauh. Pengisian ulang dapat dilakukan pada sumber
listrik konvensional di rumah.

“Akhir 2010 akan menjadi tahun
yang bersejarah bagi kami,” ujar Bob Lutz, vice president GM. Ia
menambahkan, saat ini proses penelitian dan uji coba berjalan sesuai
jadwal. Hal ini juga menepis anggapan bahwa GM menemui masalah dalam
pengembangan teknologi baterai.

Tidak sama dengan kendaraan
hybrid yang mengombinasikan listrik dan mesin bakar, teknologi plug-in
yang dikembangkan GM, digerakkan dengan sebuah motor listrik yang
didesain untuk jarak pendek, yaitu 64 km untuk sekali pengisian ulang.
Saat energi habis, mesin bakar (bensin) baru berperan menggerakkan
kendaraan. Sementara baterai Li-on yang digunakan pada Volt lebih
bertenaga dan ringan dibanding baterai nickel.

Sebelumnya,
pimpinan GM North American, Troy Clarke mengumumkan, akan memasarkan
kendaraan listrik Saturn Vue SUV pada 2010. Namun berbeda dengan Volt,
daya jangkau Saturn Vue hanya sekira 16 km untuk sekali pengisian
ulang. Kendaraan tersebut masih akan mengandalkan mesin bakar untuk
menjalankan kendaraan. (ton)

Sumber: OkeZone

Tags: ,

Apr 22

Mencari informasi penjualan mobil bekas melalui surat kabar, rasanya menjadi kegiatan paling sering dilakukan konsumen perkotaan. Langsung datang ke dealer mobil bekas memang tak ada salahnya. Tapi, bila ingin membeli mobil langsung dari pemilik, jelas perlu memanfaatkan iklan koran. Cara itu juga sekaligus dapat membandingkan harga mobil yang hendak dipilihnya. Sekurangnya terdapat delapan pertanyaan wajib yang harus disampaikan kepada penjual, sebelum Anda membeli mobil bekas. Pertanyaan ini bisa disampaikan melalui telepon, lalu diteruskan ketika Anda telah menghadapi mobil yang bakal dipinang.

- Apa warna mobilnya?
Warna mobil sangat penting. Pertanyaan itu rasanya juga tepat untuk membuka komunikasi dan melanjutkan dengan pertanyaan wajib selanjutnya. Apakah bodi masih utuh dan ada variasi yang menarik, adalah pertanyaan lanjutan yang umum ditanyakan. Termasuk kondisi ban dan komponen lainnya bisa langsung menyambung pertanyaan pertama ini.

- Apa saja perlengkapan utamanya?
Pertanyaan ini sebetulnya mengarah kepada informasi kondisi perlengkapan standar mobil bersangkutan. Anda bisa saja menyatakan, versi tiga pintu atau empat pintu, bila misalnya hendak membeli Suzuki Amenity. Termasuk juga, sistem transmisinya, manual atau otomatis. Fungsi AC, sound system, dan lainya masuk dalam kaitan pertanyaan ini.

- Apakah mobil dimiliki sejak baru?
Ini dapat ditanyakan setelah memutuskan untuk melihat langsung mobil bersangkutan. Informasi itu berkait dengan sejarah perawatan mobil bersangkutan. Termasuk seberapa banyak pemilik mobil sebelum akhirnya berada di hadapan Anda. Pikirkan, bila ternyata mobil telah berpindah empat pemilik dalam dua tahun, misalnya.

- Apakah mobil dipakai sendiri atau dikemudikan sopir?
Ini penting diketahui, karena semakin banyak mobil berganti pengemudi akan banyak resikonya. Pertanyaan ini sebetulnya bisa mengarah pada, apakah mobil bersangkutan sering digunakan para remaja — bisa saja anak dari penjualannya. Mobil yang sering dipakai remaja, tentu akan lebih berisiko.

- Berapa kilometer mobil telah jalan?
Tanyanya mengapa mobil berjalan lebih 20.000 km atau (mungkin saja) kurang dari 5.000 km dalam setahunnya. Ini dapat Anda hitung menggunakan pembagian angka yang tertera pada odometer dengan tahun produksi. Kalau km mobil tinggi karena jarak rumah dan tempat kerja pemilik cukup jauh, boleh menjadi pilihan. Soalnya keadaan ini akan lebih baik, dibanding mobil yang lebih sering digunakan keluar masuk perkampungan dengan kondisi jalan buruk. Namun, bila jumlah km amat tinggi, Anda harus mewaspadainya.

- Mobil pernah mengalami kecelakaan?
Bila mengakuinya dan bisa saja akibat serempetan kecil, tanyakan proses reparasinya dan biaya serta bengkel yang dipilih untuk memperbaiki mobil bersangkutan. Setelah pengakuan ini, Anda memang perlu lebih detail memperhatikan keutuhan bodi, khususnya bagian sudut mobil bersangkutan.

- Apakah memiliki buku catatan servis?
Mobil yang mendapat perawatan baik, adalah yang memiliki buku catatan servis. Bila tidak dan pemilik mengakui biasanya menggunakan jasa bengkel ‘kaki lima’, wajib untuk mewaspadai keaslian komponen dan sistem kerja mesin dan elektrik serta bagian lain mobil tersebut.

- Mengapa mobil dijual?
Ini menjadi pertanyaan terakhir yang rasanya naif. Tetapi, dapat digunakan untuk memperkirakan kondisi mobil bersangkutan. Tinggalkan mobil, kalau penjelasannya terasa bertele-tele dan mengelak dari sesuatu yang buruk.

( bid/berbagai sumber )

Tags:

Apr 21

Ban ibarat kaki manusia. Jika lumpuh atau dalam keadaan tidak normal tentu tidak berjalan dengan baik. Begitu pula dengan ban, bila kondisinya tidak normal, sobek, atau tidak rata akan berpengaruh terhadap ‘jalannya’ kendaraan. Untuk itu perlu diperhatikan secara cermat mengenai ban tersebut.

Tak kalah penting, ban berperan vital dan menentukan dalam keselamatan berkendara. Bayangkan jika ban sudah gundul, tentunya sangat berbahaya bagi pengendara karena tidak adanya traksi antara ban dengan jalan. Apalagi dalam kondisi basah seperti hujan, sangat tidak dianjurkan menggunakan ban dalam kondisi rusak.

Usia ban sendiri tergantung dari pemeliharaan dan bagaimana kita memperlakukannya. Ban cenderung cepat aus bila kendaraannya sering melewati jalan bebas hambatan yang mensyaratkan kecepatan minimal 60 km/jam. Pengereman mendadak juga akan mengakibatkan ban cepat aus. Faktor lainnya yakni kondisi jalan yang rusak juga akan mempercepat usia ban itu sendiri.

Karena fungsinya sangat vital, perlu sekali kita mengetahui pemakaian dan perawatan yang lebih baik. Bila semua dilakukan dengan baik dan benar, tak hanya manfaat keselamatan saja yang diperoleh, namun juga faktor ekonomis hingga kenyamanan berkendara. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Perhatikan tekanan angin ban. Sesuaikan dengan ketentuan dari pabrikan yang biasanya dapat dilihat di pintu pengemudi. Tekanan angin yang cukup dapat mencegah perubahan bentuk ban, mampu menopang beban, kontak ban dengan jalan akan rata, dan dapat memperpanjang umur ban.
  2. Tekanan angin yang sesuai dengan beban juga akan membuat dinding samping ban menjadi kuat menahan gaya pada saat menikung atau berpindah lajur. Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan dinding samping pada ban menjadi lemah, sehingga berakibat kendaraan menjadi kurang stabil.
  3. Kondisi ban dengan tekanan angin yang kurang, menyebabkan defleksi dengan cepat dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan pembangkitan panas pada ban dipercepat dan lebih tinggi mengakibatkan pemisahan pada lapisan ban, sehingga ban bisa pecah secara tiba-tiba.
  4. Hindari menikung dengan kecepatan tinggi serta berhenti mendadak.
  5. Jangan mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Panas yang berlebihan akan timbul saat berkendara dengan kecepatan tinggi. Hal ini mempercepat keausan ban serta mengurangi daya tahan ban.
  6. Periksa tekanan angin ban setiap sepuluh hari sekali. Bila ban masih baru, tambah tekanannya 5%-10% di atas ketentuan dan pastikan tutup pentil selalu terpasang.
  7. Jangan gunakan ban jika sisa ketebalan lapisan paling atas 3,0 mm atau kurang atau apalagi bila kawat sudah terlihat. Kriteria paling mudah diketahui secara kasat mata adalah melalui pengamatan fisik ban. Jika kondisi keausan ban tidak merata, botak di pinggir atau bahu ban, serta botak di bagian tengah, itu tanda persiapan untuk mengganti ban.
  8. Hindari pemakaian ban campur dan terapkan prinsip pemakaian ban seragam untuk mendapatkan kepuasan pemakaian dan memungkinkan untuk melakukan rotasi ke semua posisi.
  9. Hindari penggunaan ban vulkanisir dan ban suntikan demi keamanan Anda dan seluruh penumpang.

Sumber: http://www.pennzoil-indonesia.com (Pennzoil Indonesia)

Tags: ,

Apr 21

Menarik memang melihat perkembangan pasar otomotif nasional di tahun 2007. Karena tahun lalu gairah pasar otomotif nasional mengindikasikan perkembangan yang cukup pesat. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) total penjualan 2007 mencapai angka 434 ribu unit meningkat 37 % dibanding pasar otomotif tahun lalu yang hanya mencapai 319 ribu unit.

Berita perkembangan positif dari dunia otomotif nasional diungkapkan oleh Bambang Trisulo, Ketua Umum Gaikindo kepada BeritaATPM.com beberapa waktu lalu. “Pertumbuhan pasar otomotif nasional dapat dilihat sejak tahun 2005 yang mencatat rekor penjualan tertinggi sebanyak 534 ribu unit. Namun beranjak di tahun berikutnya, pasar otomotif nasional kembali melemah yang hanya mencatat 318 ribu unit kendaraan saja. Berkat stabilitas perekonomian serta sekuritas yang stabil, maka pasar penjualan otomotif kembali menguat pada tahun 2007,” ujarnya.

Melihat kecenderungan yang sepertinya makin membaik, Bambang berani memprediksikan penjualan pasar otomotif nasional mampu mencapai angka 520 ribu unit. “Kami memang tidak menargetkan sebanyak tahun 2005. Hal ini dikarenakan melihat adanya resesi dunia yang tengah dialami oleh Amerika Serikat sekaligus meningkatnya harga minyak dunia serta isu pembatasan BBM yang sedang marak belakangan ini.”

Ungkapan tersebut pun disetujui oleh Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT. Honda Prospect Motor (HPM), “Kami optimis pasar otomotif nasional 2008 akan lebih baik ketimbang tahun 2007. Terbukti pada bulan Januari 2008 saja, total penjualan menurut data Gaikindo sudah mencapai 41 ribu unit. Namun, tingginya harga minyak dunia serta isu pembatasan BBM, sudah pasti akan mempengaruhi keseluruhan pasar otomotif nasional.”

Disamping itu semua, melihat tren pasar otomotif tahun 2007 lalu, secara keseluruhan masih didominasi oleh produk yang bermain di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV). Hal ini terlihat dari angka penjualan tiga besar yang ditempati oleh produk Toyota Avanza yang berhasil menyumbang angka penjualan sebanyak 62.010 unit. Posisi kedua ditempati oleh Toyota Innova yang berhasil mencatat angka penjualan sebesar 40.169 unit. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh Daihatsu Xenia dengan total penjualan sebanyak 28.914 unit.

Dilihat dari penjualan tiga besar tersebut, boleh dibilang produk-produk yang banyak diserap oleh masyarakat merupakan produk yang berada pada kisaran harga Rp. 100 juta sampai Rp. 250 juta. Dan kendaraan yang paling diminati kebanyakan konsumen di Indonesia adalah family car atau kelas MPV. Berikut urutan posisinya:

10 Mobil Terlaris Tahun 2007
Urutan
Mobil
Total Penjualan
1.
Toyota Avanza
62.010 unit
2.
Toyota Innova
40.169 unit
3.
Daihatsu Xenia
28.914 unit
4.
Honda CR-V
15.750 unit
5.
Daihatsu Terios
15.650 unit
6.
Toyota Rush
14.126 unit
7.
Honda Jazz
14.057 unit
8.
Nissan Livina
13.806 unit
9.
Suzuki APV
12.434 unit
10.
Isuzu Panther Touring
12.222 unit

Sumber: BeritaATPM.com

Tags: ,

Apr 18

Konsumsi bahan bakar adalah perkara yang sensitif bagi pengendara mobil. Semakin irit pemakaian bahan bakar, pemilik kendaraan tentu semakin senang. Tak heran bila di komunitas pecinta otomotif, selalu ramai dengan diskusi dan sharing mengenai tips agar mobil tidak boros. Tak ada salahnya anda mencoba tips berikut.
Jangan menginjak pedal gas dengan menghentak

Injakan harus stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan diisap ke ruang bakar juga semakin banyak. Sementara, pada saat itu putaran mesin masih rendah. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan. Karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot.

Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan

Saat memindahkan gigi persneling, alangkah baiknya pada rpm yang sesuai spesifikasi kendaraan. Spesifikasi ini dapat dilihat pada buku manual kendaraan. Di brosur iklan biasanya juga terpampang keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) dalam satuan kgm/rpm.

Satu kebiasaan yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah penurun kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba ngerem mendadak, sebaiknya juga mengoper gigi perseneling ke posisi lebih rendah.

Periksa kondisi HC dan CO

Boros atau tidaknya konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan/ kerusakan bisa menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Untuk mengetahuinya, periksa emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna (banyak bahan bakar terbuang percuma).

Hubungan beban serta penggerak terhadap konsumsi bahan bakar

Faktor lain yang menentukan konsumsi bahan bakar adalah beban dan penggerak (pendorong kendaraan). Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan semakin besar. Yang dimaksud penggerak diantaranya, kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda.

Bila komponen-komponen ini aus atau rusak, akan menyebabkan hilangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil mejalu. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar. Terkait dengan roda, penyematan ban dan velg besar, termasuk juga mempengaruhi konsumsi bbm.

Sumber: Astraworld

Tags:

Apr 17

Beberapa kali ibukota diguyur hujan. Begitu juga beberapa kota lain di Indonesia. Sebagai pengendara, kita harus mengantisipasi jika hujan turun saat kita tengah melaju di tengah jalan. Wiper termasuk komponen mobil yang harus kita periksa.

Beberapa kali ibukota diguyur hujan. Begitu juga beberapa kota lain di Indonesia. Sebagai pengendara, kita harus mengantisipasi jika hujan turun saat kita tengah melaju di tengah jalan. Wiper termasuk komponen mobil yang harus kita periksa.

Lihat, apakah karet-karetnya masih elastis. Jangan-jangan sudah mengeras sehingga kurang berfungsi dengan sempurna saat menyapu air dari kaca depan. Keras dan tidak fleksibel adalah ciri utama karet wiper yang sudah harus diganti. Selain dapat menggores kaca hingga meninggalkan bekas yang mengganggu pemandangan, karet wiper yang sudah buruk biasanya ditandai dengan timbulnya embun pada bagian-bagian kaca yang tersapu wiper.

Meskipun tampak sederhana, wiper sebaiknya memang tidak luput dari perhatian dan harus kita rawat dengan sebaik-baiknya. Terkait dengan pemeriksaan dan perawatan wiper, tidak ada salahnya untuk mengingat kembali tips and tricks yang pernah AstraWorld ulas tentang pentingnya menjauhkan (merenggangkan) karet wiper dari kaca ketika mobil diparkir di tempat yang langsung mendapat sengatan terik matahari.

Cara di atas adalah salah satu upaya sederhana menjaga keawetan karet wiper. Sinar matahari yang menyengat kaca akan membuat temperatur permukaan kaca ikut naik. Bila wiper menempel, tentu panas itu akan menyentuh bagian wiper yang terbuat dari karet. Sesuai sifat dan karakternya, panas berlebih dapat merusak karet. Awalnya, pengaruh buruk panas terlihat dari perubahan bentuk karet yang memuai. Lama kelamaan, karena sering mengalami perubahan dari panas ke dingin karet menjadi tidak elastis (keras). Ketika dioperasikan, wiper dengan karet yang keras semacam itu tentulah akan membuat kaca tergores.

Untuk menjauhkan karet wiper dari kaca, kita bisa langsung menegakkannya setiap kali memarkir di bawah terik matahari. Selain dengan menegakkan batang wiper (tuas wiper), sebetulnya di toko-toko aksesoris mobil banyak dijual alat yang bisa menunjang batang wiper sehingga karetnya bisa terjauh dari kaca jika alat penunjang ini difungsikan. Dengan alat ini, batang wiper tidak perlu sampai berdiri tegak.

Tentu saja ada hal-hal lain yang perlu kita lakukan dalam rangka merawat wiper. Pertama, periksa washer (air wiper) secara berkala. Isi bila tangkinya tampak kosong. Kedua, atur arah semburan air washer. Yang sering terjadi, arah semburan tidak tepat mengenai lintasan wiper sehingga proses pembersihan kaca tidak berjalan dengan baik.

Sumber: Astraworld

Tags:

Apr 15
Pernah nyetir mobil, nengok di spion ga ada mobil dibelakang, trus tahu-tahu ada mobil nyalip dari kanan? Whussss!!! Itu lah yang disebut blind spot atau titik buta.

Titik buta ini saya ketahui pertama kali ketika saya mengunjungi Amerika Serikat tahun 1995 dari paman saya yang tinggal disana. Kebetulan saya bermobil bersamanya dan duduk di bangku depan. Saya perhatikan sebelum menyalip kendaraan lain, paman saya selain menengok ke semua kaca spion (kiri, kanan dan tengah), beliau juga selalu menengok sedikit ke belakang. Saya tanyakan apa alasannya, beliau menjawab “blind spot! Kita ga pernah tahu benar-benar ada kendaraan atau tidak dibelakang kita. Selain itu, waktu tes ngambil SIM disini itu diharuskan menengok ke belakang kalau menyalip, kalau ga nengok, ga lulus”. Tahun-tahun segitu saya masih sangat jarang menyetir mobil, jadi saya tidak memperhatikan betul penjelasannya, tetapi selalu saya ingat.

Click to view another photos…
Bertahun-tahun kemudian, saya mulai sering menyetir mobil dan terutama ketika sudah berkeluarga. Saya merasakan betul bahayanya titik buta ini. Mari kita lihat bagaimana titik buta ini terjadi pada ilustrasi dari Wikipedia pada gambar.

Anda adalah pengemudi mobil biru. Daerah berwarna kuning adalah daerah yang bisa dilihat oleh tiga kaca spion yang biasanya terdapat di mobil. Jika kita perhatikan, mobil hijau akan dengan mudah kita lihat, baik oleh kaca spion sebelah kiri maupun kaca spion tengah. Lain halnya dengan mobil merah yang hanya terlihat sedikit oleh kaca spion kanan.

Saya melakukan beberapa eksperimen sendiri – yang tentunya tidak membahayakan – akibat dari titik buta ini dijalan Tol Cikampek-Jakarta. Mobil saya kemudikan dengan kecepatan sedang, sekitar 70 km/jam, dan membiarkan mobil lain dari sebelah kanan mobil saya untuk menyalip. Saya perhatikan posisinya masih terlihat oleh kaca spion kanan dan spion tengah, sekelebat kemudian mobil tersebut sudah tidak tampak oleh kaca spion tengah tetapi masih tampak oleh kaca spion kanan sebagian besar buntut dari mobil tersebut. Kemudian setelah bagian belakang mobil tersebut mulai sedikit sekali tampak di kaca spion kanan, moncong mobil tersebut sudah disamping mobil saya yang bisa saya lihat dengan ekor mata saya. Tidak benar-benar “buta” rupanya spion saya ini.

Ini kesimpulan yang prematur! Tentunya saya harus memvariasikan jenis mobil – yang akan mempengaruhi panjang mobil – serta jarak horizontal (seperti pada gambar di atas) dengan mobil yang akan menyalip saya – yang akan mempengaruhi “ketertangkapan” refleksi mobil dengan spion sebelah kanan. Beberapa variasi ukuran mobil saya coba mulai dari model Honda CRV, KIA Picanto, Toyota Avanza, Mazda Interplay, Mitsubishi Lancer dan lain-lain. Semakin pendek mobil yang akan menyalip mobil saya, semakin besar kemungkinannya ada berada didaerah titik buta secara menyeluruh, akan tetapi juga bergantung pada jarak horizontal antara mobil kita dan mobil lain. Anda bisa mencoba-coba sendiri memvariasikan posisi mobil merah digambar atas untuk lebih memahami eksperimen saya.

Kita boleh meremehkan efek titik buta ini yang kejadiannya tidak sampai satu detik. Pertanyaannya, bagaimana jika mobil berada dititik buta persis bersamaan dengan ketika anda melirik spion anda – yang juga tidak sampai satu detik? Inilah bahaya sebenarnya dari titik buta.
Titik buta ini akan lebih nyata lagi jika anda mengemudikan mobil yang panjang seperti truk. Saya pernah mengalami hampir disenggol oleh truk. Saya berkendara tidak terlalu cepat dan menyalip truk itu dengan perlahan. Mendadak si truk itu hendak mengambil jalur saya! Rupanya dia tidak melihat mobil saya dan itu juga salah saya adalah berada di daerah titik buta terlalu lama sehingga sopir truk tersebut mengira tidak ada kendaraan yang menyalipnya.
Beberapa tips untuk menghindari titik buta(BLIND SPOT)

1. Sebelum mobil berjalan, aturlah semua kaca spion anda sehingga posisinya memungkinkan anda mempunyai pandangan seluas mungkin ke sisi kanan belakang dan sisi kiri belakang. Jangkauan pandangan melalui kaca spion cukup terbatas dan akan lebih terbatas lagi jika posisi kaca spion diatur dalam posisi yang tidak benar. Ketika kendaraan sudah bergerak dan merasa posisi spion tidak pas, jangan mengatur kaca spion terlalu lama karena akan mengurangi konsentrasi mengemudi. Selain itu perubahan posisi spion itu juga akan mengubah-ubah luasan daerah titik buta.

2. Ketika menyalip mobil lain, pastikan bahwa tidak ada mobil lain disisi sebelah kanan dengan cara menengok sedikit ke belakang. Menengoknya tidak usah terlalu ke arah belakang dan terlalu lama, cukup melihat ke samping dan ekor mata anda tidak menangkap obyek sebesar mobil disisi kanan anda.

3. Ketika menyalip mobil lain, saliplah dengan kecepatan yang lumayan lebih tinggi dari mobil yang anda salip. Hindari mobil anda berada didaerah titik buta dalam waktu yang terlalu lama. Jika anda tidak yakin bisa menyalip dengan kecepatan yang lumayan lebih tinggi dari mobil yang akan disalip, sebaiknya jangan menyalip.

4. Jika anda berkendara di jalan yang mempunyai lebih dari dua lajur (3 sampai 4 lajur) dan anda tidak berada dijalur paling kiri, waspadalah dengan kendaraan yang mungkin muncul dari sisi sebelah kiri. Kadang-kadang jika ada kendaraan dari sebelah kiri menyalip dengan jarak yang terlalu dekat dengan kita atau kecepatannya sangat tinggi, reaksi kita biasanya kaget dan tangan kita biasanya juga bergerak mengejutkan kemudi sehingga mobil menjadi oleng.

5. Jika anda mengemudikan mobil dijalan yang mempunyai marka jalan, cobalah untuk memposisikan mobil anda persis didaerah tengah antara marka sebelah kanan dan marka sebelah kiri. Jangan terlalu mepet ke marka sebelah kanan ataupun sebelah kiri. Sepengamatan saya, marka jalan ini (terutama di jalan tol) sudah didesain untuk memberikan pandangan yang meminimalkan luasan daerah titik buta. Jika kita terlalu mepet ke salah satu marka, biasanya daerah titik buta akan mulai bertambah.
Tips diatas adalah tips berkendara untuk mobil. Bagaimana dengan sepeda motor? Sepeda motor mempunyai daerah titik buta yang jauh lebih luas dibandingkan mobil! Jangankan dengan spion modifikasi – yang biasanya bentuknya kecil-kecil -, bahkan dengan spion standar sekalipun sulit sekali menangkap semua obyek yang ada dibelakang kita.

Dalam kasus sepeda motor, gunakan spion sebagai alat bantu awal saja untuk melihat pergerakan kendaraan dibelakang dan SELALU melihat kebelakang sebelum menyalip atau berbelok ke kanan. Jika anda sering melihat sepeda motor kadang terserempet sesama sepeda motor, ya itu karena mereka belum paham betul dengan konsep titik buta.

D. Taufik

Tags:

Apr 10
(Ban Kendaraan bisa menentukan (3))…
Gas nitrogen dipergunakan pada ban pertama kali, pada thn 1955 untuk Drag racing 402meter, karena untuk kecepatan tinggi dalam waktu kurang dari 5 detik, tetapi masih bisa meledak (beberapa kali terjadi di Amerika) disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: bahan ban, tekanan berlebih, gas yg kadaluarsa dan faktor dari luar seperti serpihan metal dijalan/trek, kualitas aspal dll. (sumber dari Drag magazine Amerika)
Pada Formula1 juga dipergunakan nitrogen, tapi masih bisa meledak seperti di tayangan televisi. pemakaian ban hanya 1kali race/maks(kalo ngga salah) 10 km langsung ganti tergantung trek panas atau tidak di recomendasikan dipakai berulang.

Untuk saat ini sedang mewabah di Indonesia pemakaian nitrogen pada ban, menurut saya perlu diwaspadai:

Pakai nitrogen belum tentu aman dari ban pecah, banyak faktor yg perlu dijaga, kecepatan, tekanan angin, kualitas ban, beban yg dibawa, gaya mengemudi.

Saya sering menemui kualitas ban memang bagus tetapi harus dilihat asal ban dan peruntukan-nya , misal ban BF GOODRICH dari Amerika khusus untuk dalam negerinya tidak untuk ekspor, dipakai di Indonesia, kenyataannya adalah ban lebih cepat Fatigue, pecah-pecah, dan pecah sendiri (saya alami sendiri dengan Ban BF Goodrich baru 15 ribu km, umur ban dari toko belum 1 thn, kembang ban masih 10mm tebalnya dengan angin nitrogen , jarang luar kota, kecepatan kendaraan 80km/h di tol serang menuju jakarta, meledak tiba2 hasilnya Cj7 saya jungkir balik dengan posisi menjemur gardan, jungkir baliknya disebabkan oleh mobil sebelah kiri saya yang kaget dan membantig setir ke kanan dan menyenggol pantat mobil saya sehingga kendaraan saya melintir tiba-tiba, untungnya kendaraan dipasang Rollbar kompetisi dan seat belt lima titik sehingga saya dan mekanik selamat.

Penggunaan nitrogen memperpendek umur ban karena jika ban selalu dalam kondisi dingin akan mempercepat Fatigue(karet berkurang elastisitasnya) sama halnya jika ban disimpan digarasi/toko harus dialasi kayu/rak agar tidak terkena dingin dari lantai.

Kecuali jika kendaraan sering dipakai keluar kota, melalui jalan tol yang panjang, sangat disarankan menggunakan nitrogen, untuk mencegah panas berlebihan pada. Sedang untuk pemakaian harian dalam kota, saya sarankan tidak perlu menggunakan Nitrogen apalagi untuk kendaraan yang sering diparkir di garasi atau basement.

Jika sudah pulang dari luar kota, sebaiknya segera ganti angin ban dengan yang biasa.

Yang terpenting jaga tekanan angin diantara maks dan min 28 -32 agar ada space untuk pemuaian dan sering mengecek tekanan angin lebih baik, beli meteran angin ditoko2 terdekat.

Dito, Journalist Contributor for AUTOBILD Indonesia & Jip Magazine (Otomotif Group)

Tags:

Apr 06
Penggunaan ban secara tepat….
Tekanan angin harus dikontrol dan disesuaikan dengan muatan. Tidak boleh kurang dari standard dan tidak boleh lebih tinggi dari standard. Karena dapat menimbulkan kerusakan- kerusakan dan memperpendek umur ban.

Kontak permukaan ban harus seluruhnya melekat pada permukaan jalan. Semakin luas kontak area telapak ban dengan permukaan jalan akan menyebabkan daya cengkeram terhadap permukaan jalan lebih sempurna sehingga dapat memperpanjang umur ban dan lebih aman dalam berkendaraan.

Click to view another photos…
Beban yang diterima ban
Kondisi beban/muatan berpengaruh terhadap umur ban. Apabila muatan melebihi dari yang direkomendasikan, maka akan dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan pada ban. Oleh karena itu dianjurkan agar muatan tidak melebihi daya dukung dari pada ban, selain dapat mengakibatkan kerusakan kendaraan juga kurang aman dalam berkendaraan.

Dalam pen-distribusi-an muatan, dianjurkan agar semua poros kendaraan dapat menanggung beban muatan yang sama beratnya.

Kecepatan Kendaraan
Kecepatan, beban dan tekanan angin saling berkaitan dalam menentukan umur ban dan keamanan berkendaraan. Dianjurkan agar ketiga faktor tersebut dilaksanakan secara wajar dan tidak berlebihan.

Batas kemampuan sebuah ban ditentukan oleh hasil perkalian antara beban dan kecepatan yang hasil/ nilainya tidak boleh melampaui dari pada nilai standard yang telah ditentukan oleh pabrik. Oleh karena itu agar nilai batas aman tidak terlampaui, maka kecepatan kendaraan harus dikurangi untuk mengimbangi peningkatan atau penambahan beban.

Pemeriksaan ban
Pemeriksaan ban perlu dilakukan dengan 2 cara yaitu
1. Pemeriksaan pada waktu memasang ban baru
2. Pemeriksaan berkala.

Pemeriksaan pada waktu memasang ban baru
Tentang Ban Dalam, ban Dalam harus diganti apabila :
-Sudah melipat.
-Sudah lunak karetnya.
-Sudah ada bagian yang tipis.
-Sudah banyak tambalannya.

Tentang Flap, flap yang harus diganti apabila :
-Sudah retak
-Sudah sobek.
-Sudah kaku.

Tentang Tutup Pentil, tutup Pentil harus selalu terpasang agar tekanan angin tetap stabil. dan menjaga agar kotoran/air tidak masuk ke dalam pentil untuk menjamin kelancaran kerja sistim pegas di dalam pentil sehingga klep dapat bekerja dengan sempurna.

Tentang pelek, yang harus diperhatikan tentang Pelek adalah :
-Pelek yang bengkok atau cacat harus diperbaiki.
-Apabila terdapat karat atau kotoran lainnya harus dibersihkan.

Tentang Ban Ganda, yang harus diperhatikan tentang Ban Ganda adalah :
-Tinggi harus sama
-Tekanan Angin harus sama.
-Tidak boleh saling bersentuhan.

Perihal Pemeriksaan berkala ban
Yang perlu dilakukan pemeriksaan berkala adalah :
Pemeriksaan Tekanan Angin, sesuaikan tekanan angin dengan berat muatan, atau naikkan tekanan ke standard maximum. Kemudian periksa tekanan angin paling sedikit sekali dalam satu bulan. Pemeriksaan tekanan angin hanya dilakukan pada saat ban dalam keadaan dingin. Untuk ban cadangan, tekanan angin harus di atas tekanan standard.

Pemeriksaan benda-benda asing, buanglah benda-benda yang menempel pada alur ban, seperti batu kerikil, paku, besi dan sebagainya karena akan merusak alur ban.

Pemeriksaan kerusakan luar dari ban, gantilah ban apabila terdapat kerusakan sobek, retak dan sebagainya karena bisa pecah secara tiba-tiba.

Pemeriksaan tanda keausan pada ban, bila ban telah aus sehingga dalamnya alur ban menjadi 1,6 mm atau kurang, tanda ini muncul dan memperingatkan agar ban sudah harus diganti. Ada enam tanda keselamatan pada ban Bridgestone yang terdapat pada sekeliling ban

Pemilihan pola telapak ban
Jenis dan sifat pola telapak ban serta tujuan penggunaannya
Sifat pola telapak ban RIB adalah
-Tahanan gesekan kecil.
-Mengurangi selip ke samping.
-Stabilitas pengendalian baik.
-Kenyamanan baik.
-Tidak berisik.
Alur semacam ini dibuat agar dapat mengalirkan air apabila berjalan pada permukaan basah sehingga dapat terhindar dari kemungkinan slip ke samping. Dipakai untuk jalan raya dengan kecepatan tinggi

Sifat pola telapak LUG adalah:
-Daya tarik dan pengereman yang lebih baik.
-Daya cengkeram yang baik.
Alur melintang pada telapak ban dibuat untuk traksi agar ban dapat tetap bergerak pada permukaan jalan tanah/lumpur untuk menghindari slip. Dipakai untuk jalan tanah yang lunak.

Sifat pola telapak RIB LUG :
-Sifat gabungan dari pola telapak RIB dan LUG.
Tujuan pembuatan alur ini adalah untuk memperoleh manfaat kedua macam pola telapak, baik RIB maupun LUG. Dipakai untuk jalan berbatu, jalan tanah dan jalan aspal tidak rata.

Sifat pola telapak BLOCK
-Traction dan Braking power baik sehingga performancenya baik
-Pengendalian pada jalan tanah maupun jalan aspal, cukup baik.

Pola telapak BLOCK mempunyai sifat dan manfaat seperti pola telapak RIB LUG tersebut. Dipakai untuk segala medan.

Sumber : milis Honda-club

Tags: ,

Apr 05
Ban adalah merupakan salah satu suku cadang dari kendaraan bermotor yang mempunyai fungsi khusus dan sangat penting dalam menentukan keselamatan dalam berkendaraan.

Sehubungan dengan fungsinya pada kendaraan yang sangat penting tersebut, maka perlu cara pemakaian dan perawatan ban yang lebih baik agar tidak hanya diperoleh manfaat keselamatan saja, tetapi juga manfaat keekonomisan, manfaat kenyamanan, dan sebagainya.

Click to view another photos…
Tujuan dari petunjuk keselamatan adalah memberikan pengetahuan mengenai cara memilih, menggunakan serta merawat yang tepat agar ban selalu dalam kondisi prima.

Petunjuk keselamatan ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan masalah tersebut agar pemakai tidak salah dalam menentukan pemilihan ban yang sesuai dengan type kendaraan, kondisi operasi dan cara-cara perawatannya.

PEMELIHARAAN TEKANAN ANGIN.

Tekanan Angin adalah merupakan faktor yang sangat penting yang perlu diperhatikan, karena tekanan angin mempunyai peranan tingkat pertama dari segi keselamatan. Dengan memperhatikan masalah pemeliharaan tekanan angin, akan dapat diketahui hal-hal sebagai berikut :

A. MANFAAT KESELAMATAN

1. Pencegahan pecah ban secara tiba-tiba
Kondisi ban dengan tekanan angin yang kurang, menyebabkan defleksi dengan cepat dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan pembangkitan panas pada ban dipercepat dan lebih tinggi mengakibatkan pemisahan pada lapisan ban, sehingga ban bisa pecah secara tiba-tiba.

2. Jarak pengereman yang lebih baik.
Dengan tekanan angin yang sesuai dengan beban, akan menghasilkan kontak area permukaan ban dengan jalan yang lebih luas sehingga daya cengkeram dan kemampuan pengereman menjadi lebih baik.
Sebaliknya, tekanan angin yang tidak sesuai dengan beban akan menghasilkan kontak area yang sempit, pengurangan daya cengkeram, sehingga akan mengurangi kemampuan pengereman.

3. Kestabilan mengemudi terutama pada kecepatan tinggi atau tikungan.
Tekanan angin yang sesuai dengan beban akan membuat dinding samping pada ban menjadi kuat untuk menahan gaya pada saat kendaraan menikung atau berpindah lajur. Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan dinding samping pada ban menjadi lemah, sehingga pada saat menikung atau berpindah lajur, kendaraan menjadi kurang stabil. Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan ban lebih cepat rusak.

B. MANFAAT KEEKONOMISAN

1. Umur Pemakaian Ban Yang lebih lama.
Tekanan angin kurang akan mengakibatkan keausan telapak ban terjadi lebih cepat pada bagian ujung telapak ban, sehingga umur ban menjadi lebih pendek dari yang seharusnya. Tekanan angin lebih akan menyebabkan gesekan telapak ban dengan permukaan jalan hanya terjadi pada bagian tengah telapak ban, sehingga umur ban menjadi lebih pendek dari yang seharusnya

Kontak Area permukaan ban pada tekanan angin kurang.
Tekanan angin yang sesuai dengan beban akan menyebabkan telapak ban yang bergesek dengan permukaan jalan menjadi lebih merata pada semua bagian, sehingga memaximalkan umur pemakaian ban.

Kontak area permukaan ban pada tekanan angin standar.

2. Daya Tahan Terhadap Kerusakan Yang Lebih Baik.
Tekanan angin yang tidak sesuai dengan beban akan menyebabkan kerusakan pada ban antara lain :
retak pada alur telapak ban.
retak pada dinding samping ban.
lepas lapisan karena panas.
telapak ban aus tidak merata.

C. MANFAAT KENYAMANAN

1. Tekanan angin yang tidak sesuai, akan menyebabkan keausan tidak merata pada telapak ban, sehingga akan menimbulkan :
Suara mendengung pada telapak ban.
Getaran kendaraan yang berlebihan, karena telapak ban aus tidak merata.

(bersambung)

Sumber: Milis Honda-Club

Tags: ,