Aug 31

30 Agustus 2010

Bepergian jarak jauh dengan mobil (bensin) pribadi untuk berlebaran dengan sanak saudara di kampung halaman, ada baiknya persiapkan kondisi mobil. Paling utama, mesin karena rewel di perjalanan bisa membatalkan acara mudik. Apalagi jalan yang dilalui beragam kondisi, di antaranya jalanan menanjak.

Nah, untuk mengetahui kondisi dapur pacu, tak perlu membuka kap mesin. Repot mencopot busi, terus teliti satu persatu kabel busi (untuk yang masih karburator) dan komponen lainnya. Tapi cukup dengan mencermati ujung knalpot.

Kerak Hitam
Di ujung knalpot banyak kerak menandakan terlalu banyak bensin yang terbuang lewat asap knalpot. Penyebabnya, biasanya konsumsi bensin sangat boros dan tenaga kurang, terutama pada akselerasi awal. Bisa disetel sistem karburasinya.

Kerak Abu-Abu
Kondisi ini menandakan pembakaran di mesin sempurna. Campuran udara, bensin dan pemantik api dalam kondisi ideal hingga pembakaran didapat.Dalam kondisi lalulintas padat (macet) sulit dirapat kerak abu-abu. Karena bensin mentah banyak terbuang melalui knalpot. Meski setelan mesin sudah ideal, kadang ujung knalpot berkerak hitam.
Untuk mengetahuinya, geber mobil pada rpm tinggi di jalan bebas hambatan. Tahan selama beberapa menit, selain untuk membuang sisa kerak di ruang bakar, juga efekttif mengetahui kondisi ujung pipa knalpot.

Percikan Air
Kejadian ini normal saat kondisi mesin masih dingin. Sumber air bukan dari mesin, namun efek kondensasi (embun) di saluran knalpot. Seiring dengan naiknya suhu di dalam pipa dan muffler, percikan air akan hilang. Kondisi ini sekaligus mengindikasikan saluran pipa yang bersih dari lelehan oli atau kerak yang menumpuk.

Serpihan Kotoran
Serpihan ini keluar saat mesin bekerja di rpm tinggi. Bentuknya bisa berupa besi karatan atau benda mirip kapas yang terbakar. Ini sekaligus menunjukkan kondisi saringan knalpot (muffler) yang keropos akibat karat. Serpihan karat dan peredasm glasswool di dalam muffler lepas, sehingga keluar bersamaan dengnan asap knalpot. Biasanya kondisi seperti ini disertai bunyi gemuruh dari knalpot yang bocor dan diikuti konsumsi bahan bakar boros.

Lelehan Oli
Kondisi ini mengisyaratkan adanya oli mesin yang masuk ke ruang bakar dalam kuantitas cukup banyak. Bersamaan dengnan sisa gas buang, oli akan terbuang melalui saluran pipa knalpot. Saat mesin dinyalakan, juga disertai munculnya asap putih yang tebal.
Penyebabnya, bisa karena kondisi ring piston yang aus atau longgar. Atau berasal dari rembesan oli akibat sil katup pecah. Perbaiki atau periksa kedua komponen ini sebelum kerusakan bertambah parah.

Tags:

Jul 21

21 Juli 2010

Tips Mudik dengan Mobil Mungil

1. Disarankan tidak menggunakan roof rack.
Penempatan muatan di atas kendaraan dapat mengganggu keseimbangan dalam berkendara, terutama bila muatannya berat.

2. Bawalah barang seperlunya
Dengan kondisi ruangan yang terbatas, janganlah membawa barang yang tidak perlu. Karena dapat mengurangi kenyamanan dan konsentrasi Anda berkendara

3. Gunakan ban standar
Karena ground clearance mobil kecil yang rendah, disarankan untuk menggunakan ban standar terutama bila menggunakan ban modifikasi. Anda mungkin bisa ke dealer mobil dahulu untuk mengecek & berkonsultasi

4. Periksa Tekanan Ban
Sesuaikan tekanan ban kendaraan Anda dengan spesifikasi, Jika menggunakan daihatsu gran max tentunya disesuaikan dengan spesifikasi daihatsu gran max, dsb.

5. Berhati-hatilah dalam menyalip/mendahului kendaraan di depan Anda
Karena ukuran yang kecil, sebelum menyalip kendaraan di depan bunyikan klakson/nyalakan lampu terlebih dahulu dan perhatikan kondisi lalu lintas sekitar. Misalnya Anda mempunyai mobil daihatsu yang punya speed bagus, jangan asal memacu kendaraan. Kehati-hatian itu sangat penting.

6. Persiapkan Peralatan Darurat
Jangan lupa membawa tool set, kunci roda, dongkrak, segitiga pengaman dan peralatan lainnya untuk kondisi-kondisi darurat. Jika Anda berhenti di dealer mobil, mungkin bisa berkonsultasi atau sekedar istirahat sejenak, misalnya dealers daihatsu jika menggunakan daihatsu mobil.

7. Persiapkan Obat-obatan
Jangan lupa untuk membawa obat-obatan yang biasa digunakan, terutama apabila melakukan perjalanan bersama anak-anak

8. Berhentilah apabila lelah/mengantuk
Sebaiknya Anda berhenti sejenak untuk beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk.

www.indoforum.org

Tags:

Jul 10

10 Juli  2010

Ada pertanyaan yang menggelitik para pemerhati otomotif indonesia, khusus-nya pemerhati otomotif yang sering surfing di internet.
” Mobil apa yang paling diminati oleh para surfer Indonesia saat ini ?”

Pertanyaan ini lah yang JualOto.com yang coba untuk mencari tahu.

Maka dilakukanlah survey dan pengambilan data di beberapa web iklan jual beli mobil bekas saat ini.
Kapan survey tsb : Akhir Januari 2009
Data survey : Data Hits yang diambil dari range waktu : Nov 2008 – Jan 2009
Sumber data : Web Iklan mobil bekas

Adapun hasil-nya JualOto.com meng-klasifikasikannya ke dalam 2 bagian , yakni :
1. Berdasarkan Kategori
2. Berdasarkan Merek

1. Ketegori
Sedan
Toyota — Great Corolla Range Harga : 50 – 70 juta.
Honda — Civic Range Harga : 40 – 130 juta
Mitsubishi — Lancer Range Harga : 50 – 120 juta
MPV
Toyota — Kijang Kapsul Range Harga :80 – 130 juta
Toyota — Innova Range Harga : 140 – 200 juta
Toyota — Avanza Range Harga : 100 – 130 juta

2. Merek
Toyota :
Kijang Kapsul
Innova
Great Corolla
Avanza
New Altis
Honda
Estilo
Civic VTI
Civic Ferio
Jazz
Civic Genio
Suzuki
Aerio
Baleno
Swift
Escudo
Carry
Daihatsu
Terios
Gran Max
Xenia
Taruna
Sirion

Tags:

Apr 20

20 April 2010

Keselamatan dalam lalu lintas adalah suatu permasalahan yang serius di Indonesia saat ini khususnya di kota besar seperti kota Jakarta. Apakah dengan mobil pribadi maupun mobil rental. Driving skills For Life adalah suatu cara yang ideal untuk menekan tingkat kecelakaan kendaraan roda empat saat ini. Dan ini ada beberapa cara mengemudi mobil yang baik meliputi smart driving, protection lives, saving fuel.

1. Gunakan sabuk pengaman (seatbelt)
Safety belt atau seatbelt dapat melindungi penggunanya dari cedera yang lebih parah dalam suatu kecelakaan. Sekali lagi bukan masalah jenis mobil, mobil pribadi maupun mobil rental, yang penting menggunakan sabuk pengaman.

2. Kaca Spion
Kebanyakan pengemudi tidak menyesuaikan kaca spionnya dan tidak memanfaatkannya seoptimal mungkin dengan terlalu banyak melihat sisi kendaraannya sendiri saja.

3. Pengemudi Yang Defensive
Pengemudi yang defensive harus mampu mengemudikan kendaraannya dengan tenang (tidak tegang). Dan mampu mengantisipasi situasi kondisi lalu lintas di depannya.

4. Gangguan Dalam Berkendara
Mengemudi adalah pekerjaan yang berbahaya, untuk itu dibutuhkan konsentrasi penuh pada saat kita mengemudi. Disarankan jangan menelepon, merokok ataupun aktifitas yang mengganggu saat mengemudi.

5. Menjaga jarak aman
Pengemudi yang defensive selalu menyediakan ruang dengan depan, balakang, dan samping. Mobil sendiri maupun melakukan rental mobil Jakarta, hal ini mutlak diperhatikan.

6. Pengoperan gigi transmisi yang ideal
Saat ini banyak produsen kendaraan yang mulai mendisain produknya dengan teknologi mesin yang mempunyai tingkat konsumsi BBM yang sangat efisien. Termasuk kendaraan pada perusahaan rental mobil Jakarta. Akan tetapi, teknologi mesin yang irit BBM tersebut ternyata bukan satu-satunya aspek yang bisa menjamin biaya bahan bakar dapat dikurangi. Jaga Rotation per Menit (RPM ) selalu di bawah 3.000 rpm, akan membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.

7. Pergunakan momentum kendaraan
Ketika kendaraan akan mendekati perempatan, pertigaan, lampu lalu lintas, atau ingin memperlambat, angkat kaki dari pedal gas lebih awal dan biarkan mobil meluncur sebelum menginjak pedal rem.

8. Matikan mesin kendaraan
Jika kendaraan berhenti dan diam lebih kurang dari 20 menit, maka akan lebih ekonomis apabila mesin kendaraan dimatikan.

9. Pre Start Check
Pre Start Check atau pemeriksaan awal kendaraan sebelum kita melakukan engine start dengan tujuan untuk mencari adanya kerusakan atau potensi permasalahan pada kendaraan (tekanan ban, instalansi lampu)

10. Beban berat mempengaruhi konsumsi BBM
Keluarkan barang-barang yang tidak diperlukan dari dalam mobil. Lepaskan roof racks apabila sedang tidak dipergunakan. Gunakan kecepatan rendah, apabila sedang membawa barang dengan roof racks.

Sumber :  http://oto.detik.com

Tags:

Apr 06

06 April 2010

Pasang velg mobil di penjual velg berdiameter besar dengan dinding ban super tipis memang keren dan jadi tren. Modifikasi belum kelar kalau velg racing dari penjual pelek belum ditukar. Semakin tipis dinding ban, semakin besar pelek racing dari penjual velg mobil, makin tinggi gengsinya.

Tren pelek racing mobil dari penjual pelek mobil ini mulai berangkat dari ajang balap yang dengan cepat menular ke ruang-ruang modifikasi. Di sirkuit, velg mobil besar dari penjual pelek racing dengan dinding ban tipis (profile rendah) dan tapak lebar sangat menguntungkan pembalap karena mobil jadi lebih lincah dan responsif ditikungan.

Selain itu diameter ban nyaris tidak berubah, jadi tidak perlu menyesuaikan lagi speedometer dan odometer. Velg racing besar dari penjual velg racing juga tampil tampil sportif dan jantan. Tak dipungkiri, faktor inilah pendorong utama maraknya tren velg racing mobil dari penjual velg ini dimasyarakat.

Mengganti pelek racing bawaan pabrik dari penjual pelek  (OE/original equipment) dengan yang berdiameter lebih besar dikenal sebagai plus-sizing. Dalam khasanah istilah ini lalu dikenal plus-one, artinya menambah diameter velg racing mobil di penjual velg mobil 1 inch dari OE. Contoh dari dari 15 inch jadi 16 inch. Demikian pula plus-two, menambah dua inch, dari 15 inch ke 17 inch, dan seterusnya.

Ternyata menurut pengujian Consumer Report, lembaga perlindungan konsumen di USA, plus-one terbukti menghasilkan keuntungan terbesar dari sisi peforma. Plus-two dan seterusnya hanya memberi tambahan daya cengkram sedikit sementara kenyamanan mengemudi, hydroplaning resistance, dan traksi anjlok. Harga yang harus dibayar juga lebih mahal. Jadi semakin besar tidak selalu semakin menguntungkan. Plus-sizing juga tidak direkomendasikan untuk SUV kecuali memang option dari pabriknya.

Karena itu, kalau sudah puas dengan handling dan kenyaman berkendara mobil anda, lembaga itu menyarankan untuk melupakan plus-sizing. Setia saja dengan OE. Kalau sudah tahu resikonya, dan tetap ‘emoh’ dengan ban OE, tiba saatnya untuk mengunjungi toko ban/modifikator. Mereka akan menawarkan pelek racing mobil dari penjual pelek mobil dan ban yang cocok berdasarkan ban OE. Sebagai patokan, penambahan diameter peleg 1 inch di penjual pelek racing, di padukan dengan menurunkan tebal dinding ban antara 5 – 10 persen dan penambahan lebar tapak ban 10 milimeter. Pastikan pula speed rating dan load rating ban baru harus lebih tinggi dari ban asli. Perlu diketahui, plus sizing selalu merubah overal diameter ban. Sulit agar sama persis dengan OE. Hal ini akan mempengaruhi banyak hal termasuk speedometer.

Periksa juga peleg yang di incar di penjual velg racing. Kebanyakan peleg ini dibuat dari aluminium atau campuran aluminium dan baja. Masalahnya kualitasnya sangat bervariasi dari yang nyaris sempurna hingga segetas tempayan. Untuk memeriksa, mulai dengan bertanya bagaimana peleg itu dibuat. Peleg tempa (forged wheel) paling kuat dan termahal. Pressure cast wheel juga cukup, selain lebih kuat juga lebih ringan dari peleg cetak (cast wheel). Peleg terakhir ini dibuat dengan mengalirkan cairan logam ke cetakan.

Sumber :  http://ebookkeluarga.wordpress.com/

Tags: , ,

Mar 24

24 Maret 2010

Jarak pandang: Dalam posisi duduk di kursi pengemudi, dapatkah Anda melihat dengan jelas objek dibagian depan kendaraan? Apakah ada bagian kendaraan misalnya mobil ford yang menghalangi pandangan Anda? Apakah anda dapat memantau objek dibagian belakang kendaraan dengan jelas dan mudah melalui kaca spion?

Fitur keselamatan: Apakah kendaraan dilengkapi dengan seat belt dan child safety locks? Periksa juga fungsi pengereman.

Penempatan posisi kemudi: Apakah Anda merasa nyaman duduk di belakang kemudi mobil ford Anda atau mobil lainnya? Apakah pengaturan posisi kemudi, kursi dan kaca spion dapat dilakukan dengan mudah?

Akses keluar/masuk: Apakah Anda menemukan kemudahan dalam akses untuk keluar/masuk kendaraan dari berbagai posisi?

Ruang duduk: Apakah kendaraan menawarkan ruang kaki dan ruang kepala yang cukup lega untuk semua penumpang?

Panel instrumen dan kontrol: Sambil mengemudi, apakah posisi jarum bensin dan speedometer seperti mobil ford ranger mudah untuk dipantau? Coba fungsikan penghapus kaca, lampu-lampu dan fungsi-fungsi lainnya, apakah mudah dioperasikan? Periksa juga fungsi AC.

Bagasi: Apakah tersedia ruang bagasi ford ranger cukup luas? Apakah ban serep berada dalam posisi yang mudah diakses?

Mesin: Apakah akselerasi berlangsung dengan lembut? Apakah mesin ford ranger memiliki cukup tenaga untuk mendahului kendaraan lain? Lakukan beberapa kali pengurangan dan penambahan kecepatan untuk mengetahui seberapa responsifnya mesin. Dalam kondisi kendaraan diam dan mesin dihidupkan, apakah putaran mesin terasa halus atau cenderung kasar?

Transmisi: Apakah pedal kopling terasa lembut saat diinjak dan perpindahan gigi mudah dilakukan?

Pengendaraan: Apakah pengendaraan mobil ford ranger terasa lembut? Apakah kendaraan mudah dikendalikan di segala kondisi jalan? Parkir: Apakah kendaraan mudah untuk bermanuver saat parkir? Apakah roda kemudi mudah untuk digerakan? Coba lakukan parkir paralel. Apakah ada bagian tertentu dari kendaraan yang menghalangi pandangan Anda?

Pengereman: Kemudikan kendaraan ford mobil Anda atau merek lainnya ke jalan yang sepi, lakukan akselerasi samapi kecepatan 40 km/jam, lakukan pengereman mendadak. Apakah kendaraan berhenti dalam posisi lurus? Apakah rem kendaraan mengunci?

Pengemudian/Pengendalian: Saat Anda kendurkan genggaman tangan Anda pada roda kemudi, apakah kendaraan cenderung menarik ke satu sisi? Apakah kendaraan stabil saat menikung?

Tingkat kebisingan: Dalam posisi jendela tertutup rapat, dengarkan dan rasakan tingkat kebisingan di dalam kendaraan seperti ford mobil tsb. Apakah suara mesin saat akselerasi masuk ke dalam kabin? Pada kecepatan rendah, apakah suara gesekan antara ban dengan permukaan jalan masuk ke dalam kabin?

Sumber : www.ford.co.id

Tags:

Feb 19

19 Februari 2010

Buat maniak BMW, imbuhan sepele berupa huruf M bisa begitu dipersoalkan. Pemicunya apalagi kalau bukan adanya pengkarakteran fitur, sesuai spesifikasi high performance pada produk dimaksud. Salah satunya di BMW M3 Coupe ini. Meski memiliki basis platform yang sama dengan BMW seri 3 coupe (E92), namun lini ini dibuat jauh lebih bertenaga dan berfitur mumpuni dalam perkara dukung kecepatan. Hal ini sudah terlihat dari penampilan luarnya, dengan desain bodi yang dibuat lebih atletis. Terutama pada kap mesin, yang dibuat menonjol dengan 2 lubang udara. Selain itu, coba juga perhatikan ornamen side sill atau fender fin dekat spakbor depan yang menggembung! Hal ini menyiratkan M3 memang bergen sebagai sports car sejati. Terlebih atapnya pun dibuat dari bahan dasar carbon-fibre-reinforce plastic (CFP) yang kuat dan ringan, dengan tingkat koefisien drag yang kecil. Ini pun diimbuhkan dengan pemakaian light alloy di velg 18 incinya. Secara umum, hal ini sebenarnya dikonsepkan untuk memperingan bobot, agar diperoleh angka power weight ratio yang kecil. Tapi jangan langsung takjub! Karena sesungguhnya jiwa M3 baru ini ada di mesinnya! Ya, kali ini pihak BMW memberikan jantung baru maha dahsyat berkonstruksi V8 3.999 cc, yang mampu menggelontorkan tenaga maksimum sebesar 420 dk di 8.300 rpm. Maka dengarlah ketika mesin ini sudah mulai bekerja! Lengkingan suara yang terdengar memekakkan telinga kala dibesut dalam kecepatan tinggi, membangkitkan adrenalin seakan-akan ada di balik kemudi F1. Tenaga yang luar biasa ini pun di salurkan ke roda belakang dengan transmisi 7 percepatan otomatis berfitur M-DCT (Double Clutch Transmition) Drivelogic, yang memiliki konstruksi 2 kopling untuk perbandingan gear yang berbeda, ganjil dan genap. Hal ini pun akan mengakibatkan proses perpindahan gigi jadi jauh lebih cepat, dibanding transmisi manual sekalipun. Kinerjanya sendiri dengan mempersiapkan gear yang akan diganti, untuk berputar sebelum benar-benar dipakai menghela tenaga mesin. Alhasil membuat momen puntir tak terbuang banyak. Dan 2 gear ini pun bisa berputar bersamaan, karena memiliki mekanisme kopling sendiri-sendiri. Artinya, memangkas waktu sekitar 0,2 detik, di tiap proses perpindahan gear. Karena itu, kunci M3 sebenarnya ada pada handling yang lincah, mesin brutal, kontrol bodi akurat, serta rem mengagumkan. Batasan kemampuannya yang tinggi, justru merupakan satu-satunya kekurangan. Kecepatan yang memikat justru membuatnya tidak praktis untuk digunakan di jalan raya. Ya, karena untuk memacunya secara maksimal, hanya di sirkuitlah tempatnya. Lantas untuk interior, BMW M3 dibekali dengan berbagai perangkat entertainment yang mumpuni. Sebut saja seperti usungan on-board monitor with TV including 8.8 inci, BMW Individual High End Audio System including DIRAC Live technology & 16 high-end loudspeaker, serta perangkat navigasi pintar i-Drive dan USB audio interface yang tersedia. Asyiknya, untuk personalisasi inetrior, warna trim serta pembungkus dasbor dan jok, bisa dipilih sesuai selera, dengan lama inden 3 bulanan. Tapi kalau mau cepat mendapatkan unitnya, saat ini PT. BMW Indonesia, sudah menyediakan ready stock unit off the road yang dihargai Rp 1,790 miliar. Tertarik?

Sumber : Rudy

Feb 18

18 Februari 2010

Secara prinsip, rem cakram mengkonversi energi kinetik menjadi energi thermal. Adanya gesekan (friksi) antara brake pad dengan cakram (disc rotor), yang berputar dengan nilai torsi (torque) yang cukup besar. Wajar, ketika pengereman, permukaan cakramnya bisa membara. Sungguh seram! Karena itu, rem dirancang presisi dan tahan lama. Lantas bagaimana dengan kaliper? Sebagai ‘perpanjangan tangan’ sistem hidrolik rem, memiliki ujung pada piston penekan. Desain kaliper (bentuk dan dimensi) utamanya, menyesuaikan space sesuai mounting rem mobil tertentu. Jadi, kaliper tidak ada istilah universal atau bisa dipakai mobil jenis apa saja buat perangkat ini. Untuk kemampuan yang makin yahud, diameter cakram dan luas permukaan brake pad bisa diperbesar. Di data spek produk, piston pada kaliper suka disebut pot. Kuantitas pot sebanding dengan ukuran brake pad yang dipakai. Brake pad semakin besar, sudah pasti membutuhkan jumlah piston yang memadai. Di pasaran sendiri, terdapat 5 jenis pot; dari single pot, 2 pot, 4 pot, 6 pot dan 8 pot. Jenis single pot dan double pot adanya cuma di versi OEM. Makin besar dan banyak jumlah pot-nya, maka kemampuan rem tersebut makin dikhususkan buat mesin-mesin bertenaga bengal, dan berbobot berat. Sebab paduan keduanya bisa menghasilkan momentum yang besar, yang hanya bisa ditaklukkan oleh sistem deselerasi yang besar pula

Sumber  : Rudy

Feb 17

17 Februari 2010

Rem cakram adalah salah satu bagian paling vital dalam pengoperasian kendaraan Anda (mobil misalnya). Keberadaan rem motor sangat penting untuk memberikan rasa aman saat penggunaan mobil, namun berfungsinya peranti cakram motor itu sangat tergantung dengan bagaimana cara kita merawat kampas rem. Kalau perawatan kanvas rem diabaikan, hampir pasti fungsinya juga tidak optimal. Ujung-ujungnya, keselamatan kita (dan orang lain) saat berkendara terancam.

Untuk menjaga supaya kampas rem cakram tetap pakem tidak sulit, asalkan kita tahu bagaimana kiat-kiatnya. Pertama yang harus diperhatikan adalah bagian disc break dan tromol, dan memeriksa kualitas minyak rem, saluran rem, dan kampas rem motor itu sendiri. Untuk minyak rem, biasanya harus diganti atau dibersihkan setelah mobil menempuh 10.000 km. Perhatikan bagian ini dengan seksama supaya tidak kosong, dan perhatikan perbandingan antara bagian depan dan belakang (2:1). Bagian depan mendapat porsi lebih besar sebab paling sering digunakan saat mobil direm.

Langkah berikut adalah memeriksa kampas rem apakah masih dalam kondisi baik atau tidak. Caranya, lepaskan roda dengan kunci, perhatikan bagian disc break dan lepas pegangan kanvas rem dengan alat martil atau obeng. Bila kampas rem cakram kotor,gunakan amplas/sikat/kuas untuk membersihkan kanvas kopling. Semakin bersih kampas kopling,semakin bagus dan kuat fungsi rem motor. Berikan gemuk/pelumas pada bagian besi penahan kampas rem motor, namun hindari supaya tidak terkena bagian sepatu rem cakram. Pasang kembali kampas cakram motor, dan kancingkan.

Hal terakhir yang harus diperhatikan supaya rem senantiasa berfungsi dengan baik adalah perawatan kanvas kopling yang teratur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya,usahakan supaya minyak kampas kopling diganti setiap mencapai 10.000 km, sedangkan untuk kampas biasanya antara 20-25.000 km (otomatis) dan 40.000 km (manual). Jangan lupa untuk mengecek kondisi minyak rem setiap dua minggu sekali. (Harry Prasetya)

Sumber :  http://sutrisno2629.wordpress.com/

Feb 03

03 Febuari 2010

Bagi Yufi, pemilik mobil ini, rutinitas berkendara dilakukan demi mengembangkan usahanya. Karenanya, banyak waktu yang dihabiskan di jalan raya. Oleh sebab itu, dipilihlah mobil Toyota Fortuner dengan basis SUV (Sport Utility Vehicle). Selain punya karakter tenaga yang cukup besar dengan bodi yang lumayan ‘bongsor’. Apalagi iklim di Jakarta yang tidak menentu. Saat musim hujan tiba, dengan mudahnya menerobos banjir tanpa harus susah payah. Sangat puas dengan pilihan tunggangan hariannya, terlebih untuk urusan mesin dan eksterior. Sekarang giliran masuk ke dalam kabin. Harus betah ketika berada di dalam kabin mobil. “Audio standar rasanya kurang mumpuni sebagai teman setia selama perjalanan, harus dibangun nih…,” ujar pria kelahiran 29 tahun silam. Bergegaslah Yufi menemui Teddy, bos Bronson Audio. Permintaan Yufi, “Kepingin lantunan audiophile tambah enak didengar sekaligus kemegahan semburan suara yang dihasilkan haruslah sempurna”. Dipilihnya audio dengan sistem 3-way dengan spek yang high end. Perpaduan tweeter Morel Supremo Piccolo, mid range Focal 3W2 Be dan midbass Focal 6K3P dengan jenis berbeda mampu menghasilkan suara lebih detail bahkan tonal suara sang penyanyi terdengar lebih sempurna. “Instalasi SQ butuh setingan tertentu mulai dari frekuensi hingga time correction agar staging (tata panggung, Red) yang dihasilkan lebih sempurna,” ujar Teddy yang bermarkas di bilangan Arteri Kedoya, Jakarta Barat. Posisi listening pun diseting pada posisi driver. Dikarenakan Yufi yang sering bawa mobilnya sendiri mengarungi jalan beraspal. “Saat ini, jika berada di dalam kabin layaknya menonton konser musik secara live, karena sistem ini dirancang agar suara penyanyi lebih fokus di tengah,” tambah pria pecinta Basso, musik asal Mandarin. Akhirnya, audio dengan sistem SQ dirasa sangat pas hingga mampu menepis kesendirian Yufi selama berkendara. Karena kemegahan suara itu telah hadir di dalam kabin

Sumber  : FaJaR

Tags: