Emisi dan Mobil Kita

Baru-baru ini sebuah produsen mobil besar di Jerman tersandung skandal yang cukup rumit. Yakni tuduhan kecurangan dalam mengakali hasil emisi (gas buang): http://otomotif.antaranews.com/berita/520859/18-juta-kendaraan-komersial-vw-terdampak-skandal-emisi

Sewa Mobil Surabaya pun pernah mengangkat tema tentang emisi dan polusi ini. Hanya dalam lingkup yang lain. Terkait dengan standar emisi gas buang, di belahan bumi Eropa standarnya memang cukup ketat bahkan tidak bisa langsung diterapkan di Indonesia (berasal dari keberatan pihak produsen otomotif Eropa) karena mungkin terkait belum meratanya pemahaman masyarakat dan banyaknya kendaraan yang mengaspal di jalan; yang konsekuensinya bisa mempengaruhi banyak sendi perekonomian di Indonesia.

Stiker emisi mesin. image: CZMarlin/commons.wikimedia.org

Berita tadi cukup mengejutkan, karena berhasil membongkar adanya ketidak-beresan dari sebuah produsen oleh sistem yang berlaku di Eropa. Terkait dengan standar tinggi akan emisi gas buang ini, masyarakat Eropa memang cukup sadar akan pentingnya kualitas hidup di balik tingginya teknologi di dalam kebutuhan mereka sehari-hari, temasuk kualitas udara yang mereka hirup.
Tentang pengetatan emisi di Indonesia sejatinya berlaku untuk kendaraan baru yang akan mengaspal di jalan. Namun anehnya, kendaraan lama yang tahun pembuatannya cukup uzur pun masih pula ditemui di jalanan dewasa ini. Yang entah sampai kapan batas waktu penggunaannya.

Pada situs yang lain, Rental Sewa Mobil Surabaya menemukan efek dari penerapan akal-akalan ini pada jajaran mobil mereka: http://otomotif.metrotvnews.com/read/2015/10/21/442838/volkswagen-dituntut-membeli-lagi-mobil-dieselnya
Ketika sebuah software digunakan untuk mencurangi hasil pembakaran mesin untuk suatu pengujian emisi, sebenarnya dari segi fisik hasil pembakaran tersebut masih tetap ada, tetapi sensornya dibuat supaya tak sensitif. Mirip dengan skandal kabut asap di negeri kita dimana pernah ada berita tentang mesin informasi polusi (Indikator Indeks Standar Pencemar Udara) yang dicurangi dengan mengganti kartridge ke dalam mesin tersebut.

Rental Mobil Surabaya sendiri berusaha untuk selektif dengan memperbarui armadanya terus tiap tahunnya sehingga soal pembakaran yang tak efisien pun bisa lebih dikurangi. Karena pihak otomotif pun pastinya telah mempersiapkan teknologinya demi bertahan di tengah pengetatan standar emisi oleh regulasi yang berlaku.

Selain itu, Sewa Rental Mobil Surabaya mendapati secara online tentang santernya kabar yang menurut masyarakat cukup lucu yakni tidak lolosnya mobil listrik untuk pengembangan selanjutnya karena gagal uji emisinya. Bagaimanapun, poin tentang emisi ini berpengaruh dan menjadi satu hal yang sangat dipertimbangkan dalam pembuatan sebuah mobil serta diharapkan mampu menjaring konsumen mapan dengan kesadaran lingkungan yang tinggi.